Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari : KUD Sembada Puspo

Img 20260109 wa0013

Pasuruan, lintasskandal.com – Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Salah satu wilayah penghasil susu, ada di Kecamatan Puspo

Di sini, KUD SEMBADA mengelola semua susu segar yang dihasilkan dari sapi perah terbaik milik para peternak.

Ketua KUD SEMBADA, Purwo Budi Setyawan mengatakan hingga kini, pihaknya dapat memproduksi sebanyak 30 ton susu sapi per harinya. Jumlah tersebut didapat dari 2700 peternak di 7 desa yang ada di Kecamatan Puspo. Diantaranya Puspo, Jimbaran, Keduwung, Kemiri, Palangsari dan Janjang Wulung.

Dari ketujuh desa tersebut, jumlah pengiriman susu sapi terbanyak berasal dari para peternak sapi perah di Desa Jimbaran dan Janjang Wulung.

Teknisnya, susu dikumpulkan melalui pos-pos penampungan sementara. Jumlahnya ada 12 pos, kemudian susu didinginkan dengan suhu tertentu sebelum dikirim ke industri pengolahan susu (IPS) maupun untuk kebutuhan masyarakat sekitar.

“Sekarang ini semua susu kita kirim ke Ultra Jaya di Bandung dan juga Indolakto,” kata Setyawan di sela-sela kesibukannya, Jumat (9/1/2026).

Selain untuk kebutuhan industri, susu sapi yang dikelola oleh KUD Sembada juga dijual kepada warga sekitar atau masyarakat umum. Menurut Setyawan, persediaan susu segar untuk masyarakat sekitar wajib diperhatikan.

“Sudah pasti kami perhatikan untuk kebutuhan warga lokal. Bahkan susu segar kami juga memenuhi pasar lokal sampai luar Pasuruan,” imbuhnya.

Dijelaskannya, susu sapi yang diproduksi KUD Sembada sudah sesuai dengan SOP (Standart Operasional Prosedur). Dalam artian, untuk total solid atau perbandingan antara berat jenis dengan lemak sudah di atas 12%. Selain itu, untuk TPC (total plate account) atau jumlah bakteri dalam per 10 ml susu harus di bawah 1 juta.

Baca juga :  Jelang Pilkades Serentak, Pj.Bupati Pasuruan Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas

“Kami tekankan kepada para peternak bahwa kami tidak beli susu, tapi beli kualitas. Semuanya sesuai SOP,” ucapnya.

Lebih lanjut Iwan, sapaan akrab Ketua KUD Sembada ini menargetkan kenaikan pengiriman susu ke industri dari 30 ton menjadi 40 ton setiap harinya.

Setyawan menegaskan bahwa penambahan kualitas pakan ternak dan infest sapi adalah satu-satunya cara untuk bisa menggenjot produksi susu sapi perah.

“Kami bekerja sama dengan Bank Jatim untuk peminjaman Rp 18 milyar. Kami infest sampai 700 sapi. Dan kami juga bekerja sama dengan peternak dengan sistem gado. Yakni anak sapi pertama yang dilahirkan menjadi milik koperasi, dan anak kedua milik peternak. Begitu seterusnya,” tutupnya. (Mifta)

Leave a Reply