Subandi Larang Tambal Sulam, Jalan Rusak Sidoarjo Wajib Overlay dan Betonisasi

Img 20260218 wa0001

Sidoarjo, lintasskandal.com – Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan perbaikan jalan rusak di wilayahnya tak boleh lagi dilakukan dengan metode tambal sulam. Khusus untuk jalur yang dilalui kendaraan bertonase berat, penanganan harus menggunakan metode overlay agar lebih kuat dan tahan lama.

Penegasan itu disampaikan saat ia meninjau langsung kondisi jalan rusak di Jalan Setiabudi Krian, Jalan Kemangsen, dan Jalan Jabaran Balongbendo, Selasa (17/2/2026).

Ketiga ruas tersebut sebelumnya banyak dikeluhkan masyarakat karena kerusakan yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Menurut Subandi, karakter jalan yang menjadi lintasan kendaraan berat memerlukan peningkatan kualitas konstruksi, bukan sekadar penambalan sementara.

“Ini lintasan kendaraan berat dengan tonase tinggi. Maka kualitasnya harus ditingkatkan. Sambil menunggu betonisasi tahun 2026, penanganan sementara harus menggunakan overlay.

Tidak boleh hanya ditambal karena aspal akan cepat rusak jika dasarannya tidak kuat. Minggu ini harus segera dikerjakan agar minimal dua tahun ke depan kondisinya tetap baik,” tegasnya.

Pemkab Sidoarjo sendiri telah menyiapkan program betonisasi sepanjang kurang lebih 500 meter di titik-titik tertentu pada tahun 2026 sebagai solusi jangka panjang.

Selain kualitas pekerjaan, Subandi juga mengingatkan agar pelaksanaan proyek infrastruktur tahun ini tidak mengulang persoalan sebelumnya.

Ia menekankan pentingnya transparansi pelaksanaan pekerjaan, pemerataan kesempatan kerja, serta penggunaan material berkualitas.

“Pekerjaan harus transparan dan bahan yang digunakan harus berkualitas agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Tak hanya kerusakan jalan, persoalan banjir saat hujan juga menjadi sorotan. Genangan air dinilai mempercepat kerusakan infrastruktur. Subandi menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan belum optimalnya normalisasi sungai di sisi kanan dan kiri jalan.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp59 miliar guna program normalisasi sungai. Ia meminta Dinas PUBMSDA dan seluruh pihak terkait memastikan pekerjaan berjalan sesuai target.

Baca juga :  Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo, Wabup Mimik Ngajak Makan Bareng Warga Sidoarjo di Alun-alun Sidoarjo

“Normalisasi sungai harus berjalan bersamaan dengan perbaikan jalan. Targetnya sebelum Lebaran pekerjaan sudah selesai,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Subandi juga mengapresiasi masyarakat di wilayah Sukodono yang melakukan perbaikan jalan secara swadaya.

“Itu bentuk kepedulian yang sangat baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang turut membantu,” tuturnya.

Saat ini, perbaikan jalan telah dilakukan di lima kecamatan dan akan diperluas secara bertahap. Subandi menargetkan percepatan penanganan agar masyarakat dapat menikmati kondisi jalan yang lebih baik menjelang Lebaran.

“Kami terus turun ke lapangan untuk memastikan progresnya. Harapannya, saat Lebaran nanti tidak ada lagi jalan rusak parah di Sidoarjo,” pungkasnya. (Zaq)

Leave a Reply