RSUD Bangil Punya Si Master Untuk Perluas Screening TBC hingga Sekolah
Pasuruan,lintasskandal.com – Inovasi baru kembali muncul dari RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan di awal tahum 2026 ini. RSUD milik pemerintah daerah ini menambah dua unit armada layanan kesehatan, yakni mobil Si Master (Si Mobil Skrining Stop TBC Terintegrasi) dan kendaraan antar-jemput pasien di area rumah sakit.
Dua unit kendaraan ini menjadi bagian penguatan layanan kesehatan di bawah kepemimpinan kepala daerah Rusdi Sutejo dan Shobih Asrori. Mobil Si Master disiapkan untuk membantu pasien, khususnya lansia dan penyandang keterbatasan fisik, agar lebih mudah menjangkau poli dan ruang pelayanan lain.
Salah satu fungsinya sebagai mobil screening TBC terintegrasi yang dilengkapi seperangkat alat canggih untuk keperluan laboratorium dan alat rontgen. Hal tersebut bertujuan mempercepat deteksi dini tuberkulosis.
Bupati Rusdi Sutejo, dalam kunjungamnya le RSUD Bangil mengatakan, layanan screening tidak hanya dilakukan di rumah sakit, tetapi akan menjangkau kecamatan dan sekolah-sekolah.
“Mobil ini akan berkeliling sehingga masyarakat lebih mudah mengakses layanan pemeriksaan TBC,” ujarnya.
Untuk pengoperasian, saat ini armada tersebut masih menunggu proses perizinan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sebelum resmi dioperasionalkan.
Dengan tambahan dua armada tersebut, pelayanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan akan semakin cepat, mudah dijangkau, dan memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat kabupayen Pasuruan.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan, kehadiran mobil screening tersebut akan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat kecamatan dan sekolah-sekolah.
“Nantinya screening TBC tidak harus dilakukan di RSUD Bangil. Mobil ini akan berkeliling ke kecamatan dan sekolah-sekolah sehingga masyarakat lebih mudah mengakses layanan,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Mas Rusdi, sapaan akrabnya juga meninjau langsung peralatan medis yang tersedia di dalam mobil tersebut, termasuk perangkat laboratorium screening TBC dan alat rontgen.
Ia berharap armada tersebut dapat segera dioperasionalkan setelah seluruh perizinan, termasuk dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), selesai diproses.
“Secepatnya akan kami operasionalkan sambil menunggu izin dari Bapeten agar bisa dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat,” imbuhnya. (Mif)

