Gubernur Khofifah Ajak Umat Jadi “Muslim Berdampak” di Idulfitri 1447 H

Oplus 131072

SURABAYA, lintasskandal.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak umat Islam menjadikan momentum Idulfitri 1447 Hijriah sebagai titik awal menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama. Pesan tersebut disampaikan usai pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Sabtu (21/3/2026).
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh jamaah.
“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin, selamat merayakan Idulfitri 1447 Hijriah,” ujarnya.

Ia berharap seluruh amal ibadah Ramadan diterima oleh Allah SWT serta umat Islam kembali dalam keadaan fitrah. Khofifah juga mendoakan agar masyarakat dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan dalam kondisi sehat, bahagia, dan penuh keberkahan.
Salat Idulfitri di Masjid Al Akbar dipimpin oleh Imam Besar KH Abdul Hamid Abdullah. Usai salat, Khofifah bersilaturahmi dengan jamaah putri, sementara Saifullah Yusuf dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersilaturahmi dengan jamaah putra.

Sementara itu, khotib Idulfitri KH Ali Aziz dalam khutbahnya mengangkat tema “Muslim Berdampak, Muslim Problem Solver”. Ia menekankan bahwa Idulfitri adalah momentum untuk menjadi pribadi baru dengan hati yang bersih, bebas dari dendam dan kebencian.

“Ketika kita diampuni Allah, memaafkan dan dimaafkan, kita menjadi pribadi yang luar biasa, berjalan di bumi dengan hati bersih tanpa kesombongan,” ujarnya.

KH Ali Aziz juga mengajak umat untuk menatap masa depan dengan semangat menjadi lebih baik.

Ia menyebut konsep “STMJ” atau Semakin Tua Semakin Joss, yakni meningkat dalam keimanan, akhlak, dan kepedulian sosial.

Lebih lanjut, ia mendorong umat Islam menjadi pribadi yang memberi dampak nyata di berbagai bidang, meneladani tokoh-tokoh besar seperti Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi di bidang ilmu pengetahuan, Ibnu Sina di bidang kesehatan, hingga ulama besar seperti Hasyim Asy’ari dan Ahmad Dahlan dalam pengembangan pendidikan dan dakwah.

Baca juga :  Terancam kekurangan Guru : Pemerintah Kabupaten Pasuruan berhentikan 686 guru honorer

Ia juga menekankan pentingnya peran pemimpin dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

“Bagi pemegang kekuasaan, sedekah terbesar adalah kebijakan yang berdampak bagi kemaslahatan umat,” tegasnya.
Momentum Idulfitri tahun ini pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi awal lahirnya pribadi-pribadi muslim yang solutif, peduli, dan membawa manfaat luas bagi masyarakat. (red)

Leave a Reply