Peringati Hari Jamu Nasional 2026, Ratusan Pengurus PKK Pasuruan Belajar Membuat Jamu Tradisional

Img 20260603 wa0024

PASURUAN, lintasskandal.com – Ratusan pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan dan PKK kecamatan se-Kabupaten Pasuruan mengikuti pelatihan pembuatan jamu tradisional berbahan dasar empon-empon di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional 2026 tersebut merupakan kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan dan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, serta Keluarga Berencana Kabupaten Pasuruan. Para peserta diajak mempraktikkan pembuatan berbagai jenis jamu tradisional, seperti sinom, jahe, temulawak, dan beras kencur.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru tentang cara mengolah jamu yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan.

“Senang sekali bisa tahu cara membuat sinom yang segar, tetapi tetap menyehatkan dan berkhasiat,” ujarnya.
Merita menilai minat generasi muda terhadap jamu masih kalah dibandingkan tren minuman modern seperti kopi dan boba. Padahal, jamu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan terbukti efektif sebagai upaya promotif serta preventif untuk menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan imunitas secara alami.

“Mungkin karena kurangnya edukasi sehingga anak-anak muda harus lebih membuka ruang untuk menerima jamu sebagai gaya hidup,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai dan menjadikan jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.

“Mari menjamu masa depan dengan jamu. Mari kita terus hidup sehat dengan budaya minum jamu, lestarikan kearifan lokal, dan bangga menggunakan produk Nusantara,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasuruan, dr. Arma Roosalina, menjelaskan bahwa peringatan Hari Jamu Nasional menjadi momentum untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi minuman kesehatan tradisional.

Baca juga :  Jembatan Baru di Alasbuluh Banyuwangi Diduga Longsor, Warga Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan

Menurutnya, pemanfaatan tanaman obat yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan keluarga sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap kesadaran masyarakat terhadap manfaat jamu semakin meningkat, sehingga budaya minum jamu tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi mendatang. (red)

Leave a Reply