DPP SWI Resmi Bentuk Pengurus, Dewan Etik dan Lembaga Otonom, Siap Wujudkan Kemandirian Ekonomi Organisasi
JAKARTA, lintasskandal.com – Dewan Pimpinan Pusat Sekber Wartawan Indonesia (DPP SWI) resmi memulai babak baru perjalanan organisasinya dengan menggelar Rapat Pleno Pembentukan Pengurus, Dewan Etik, dan Fungsional di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur organisasi, meningkatkan soliditas internal, serta menentukan arah perjuangan SWI ke depan. Dalam rapat pleno tersebut, DPP SWI melakukan pemantapan 10 bidang kerja strategis, pembentukan Dewan Etik, serta penyiapan sejumlah lembaga otonom yang akan mendukung program-program organisasi secara berkelanjutan.
Selain fokus pada peningkatan kapasitas dan profesionalisme jurnalis, SWI juga mulai memperluas perannya di sektor riil dengan menyiapkan Badan Usaha dan Koperasi sebagai pilar penguatan ekonomi organisasi.
Struktur lembaga otonom dan unit usaha tersebut nantinya akan dibentuk secara berjenjang hingga tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di seluruh Indonesia.
Ketua Umum DPP SWI terpilih, Iskandar, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya harus mampu berdiri mandiri tidak hanya dalam aspek profesi, tetapi juga secara ekonomi.
“SWI harus menjadi organisasi yang tidak hanya kuat secara profesi, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Melalui badan usaha dan koperasi yang sedang kita persiapkan, kita akan membawa SWI menuju kemandirian berbasis ekonomi kerakyatan.
Kami ingin seluruh anggota, baik di pusat maupun daerah, dapat merasakan manfaat dan kesejahteraan yang nyata,” ujar Iskandar.
Perkuat Sayap Otonom
Sebagai organisasi profesi pers yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia dan pelayanan sosial, DPP SWI juga memantapkan sejumlah lembaga otonom strategis yang akan bergerak di bawah naungan organisasi.
Salah satunya adalah LBH Yayasan Bantuan Hukum Matapena Keadilan yang akan fokus pada advokasi, perlindungan hukum, serta edukasi keadilan bagi jurnalis maupun masyarakat umum.
Selain itu, SWI juga membentuk Learning Center “We Are Professional”, sebuah pusat pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan pemahaman jurnalistik anggota secara berkelanjutan.
Dalam rapat pleno tersebut, DPP SWI juga menetapkan sejumlah pengurus pada bidang-bidang strategis, di antaranya:
Bidang Litbang/Riset dan Data: drg. Marsela Indri dan Yessi.
Bidang Media Massa: Supriyadi dan Gofur. Bidang Budaya dan Pariwisata: Torben Rando Oroh, Nia Kurniah, R. Setiawan, dan Bambang Palgunadi.
Bidang Pengelolaan CSR: Irwanto dan Thamrin.
Bidang Pemberdayaan Perempuan: Meli.
Bidang Sosial Ekonomi: I Gusti Made Ardiabiar, SE, Joko Iskandar, dan Koko Ayun.
Sementara itu, bidang hukum dan advokasi diperkuat oleh Robert Marpaung, S.H., M.H., Nasrun Lahamang, S.H., serta Norman C. Simangunsong, S.H.
Dengan terbentuknya Dewan Etik, pemantapan 10 bidang kerja, serta pengembangan lembaga otonom dan unit usaha, DPP SWI optimistis dapat tumbuh menjadi organisasi pers yang semakin solid, profesional, dan berdaya saing.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan acara syukuran yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Iskandar.
Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada perwakilan pengurus senior.
Sesi foto bersama menjadi penutup kegiatan sekaligus simbol kekompakan seluruh jajaran pengurus DPP SWI dalam menyongsong visi baru organisasi yang lebih mandiri, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota di seluruh Indonesia.

