Pasar Murah Pemprov Jatim di Probolinggo Diserbu Warga, Catat Transaksi Rp78,211 Juta
PROBOLINGGO, lintasskandal.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri kegiatan pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan5 Provinsi Jawa Timur di kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang, Kota Probolinggo, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan mencatat total transaksi sebesar Rp78,211 juta.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menegaskan bahwa pasar murah merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Sejak siang hari, ratusan warga memadati lokasi pasar murah untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual di bawah harga pasar. Tingginya minat masyarakat terlihat dari habisnya seluruh komoditas yang disediakan panitia.
Komoditas yang paling diminati adalah beras SPHP yang dijual Rp55.000 per kemasan 5 kilogram. Dari total stok 800 sak yang disediakan, seluruhnya habis terjual dengan nilai transaksi mencapai Rp44 juta. Selain itu, beras premium kemasan 5 kilogram yang dijual Rp70.000 per sak juga ludes terjual dengan total transaksi Rp14 juta.
Tidak hanya beras, sejumlah kebutuhan pokok lainnya turut menjadi buruan masyarakat. Gula pasir sebanyak 192 kilogram yang dijual Rp14.000 per kilogram mencatat transaksi Rp2,688 juta. Sementara itu, Minyakita sebanyak 20 karton dengan harga Rp13.000 per liter menghasilkan transaksi Rp3,12 juta.
Komoditas lain yang habis terjual meliputi telur ayam ras sebanyak 200 kilogram dengan nilai transaksi Rp4,4 juta, bawang merah 20 kilogram senilai Rp560 ribu, bawang putih 20 kilogram senilai Rp480 ribu, tepung terigu 48 kilogram senilai Rp480 ribu, cabai rawit merah 15 kilogram senilai Rp600 ribu, cabai merah besar 15 kilogram senilai Rp150 ribu, serta daging ayam ras sebanyak 105 kilogram dengan nilai transaksi Rp3,15 juta.
Secara keseluruhan, transaksi komoditas bahan pokok dalam kegiatan pasar murah tersebut mencapai Rp73,628 juta. Selain itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut berpartisipasi berhasil membukukan transaksi sebesar Rp4,583 juta. Dengan demikian, total transaksi keseluruhan mencapai Rp78,211 juta.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan bahwa pasar murah merupakan salah satu instrumen penting pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta memperkuat daya beli masyarakat di tengah berbagai dinamika ekonomi.
“Pasar murah merupakan upaya nyata pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Menurut Khofifah, keberadaan pasar murah tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, distributor, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat sehingga kegiatan serupa dapat diperluas ke berbagai daerah di Jawa Timur. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan harga bahan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.
Pasar murah di Kota Probolinggo ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga inflasi tetap terkendali, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Tingginya antusiasme warga yang ditunjukkan dengan habisnya seluruh komoditas menjadi bukti bahwa program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

