254 Kepala Sekolah Sidoarjo Dikukuhkan, Subandi Tegaskan Tak Ada Gratifikasi

Img 20260812 wa0021

Sidoarjo,nlintasskandal.com — Sebanyak 254 kepala sekolah SD dan SMP negeri di Kabupaten Sidoarjo menjalani mutasi dan promosi. Mereka dikukuhkan Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (12/8/2026).

Pengukuhan tersebut dibarengi dengan sejumlah pesan tegas. Subandi meminta para kepala sekolah memastikan tidak ada lagi anak di Sidoarjo yang putus sekolah, terutama karena persoalan ekonomi.

“Kepala sekolah harus memastikan tidak ada anak Sidoarjo yang putus sekolah karena alasan ekonomi, dan setiap potensi mendapat kesempatan untuk berkembang,” kata Subandi.

Menurutnya, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi, tetapi amanah untuk memimpin pembelajaran, menggerakkan budaya positif, sekaligus menentukan arah perubahan di lingkungan pendidikan.

Ia menegaskan, sekolah yang maju lahir dari kepemimpinan yang mampu menggerakkan guru dan memastikan seluruh peserta didik memperoleh pendidikan bermutu. Karena itu, kepala sekolah diminta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Subandi juga mengingatkan kepala sekolah agar pelaksanaan outdoor learning (ODL) tidak justru menimbulkan kesenjangan antarsiswa. Kegiatan pembelajaran di luar kelas diminta disesuaikan dengan kemampuan peserta didik dan cukup dilaksanakan di wilayah Jawa Timur.

“Kadang saya kasihan melihat ODL terlalu jauh. Apalagi ada anak yang tidak mampu. Ini kan jadi kesenjangan yang ada di sekolah,” ujarnya.

Selain itu, kepala sekolah yang baru diminta cermat mengelola program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat. Subandi menekankan agar pembangunan dikerjakan sesuai spesifikasi serta dikomunikasikan dengan kontraktor yang telah ditunjuk.

Ia bahkan meminta kepala sekolah memanfaatkan pendampingan Inspektorat Kabupaten Sidoarjo agar pelaksanaan program swakelola tidak menimbulkan persoalan hukum.

“Silakan Pak Inspektur kasih pendampingan. Biarkan nanti teman-teman kepala sekolah ini betul-betul mendapat pendampingan dalam program perbaikan yang ada di sekolahnya agar selesai dengan baik,” katanya.

Baca juga :  Wabup Hj. Mimik Idayana Menerima Kunjungan Brigjen TNI Farouk Pakar Pimpin Tim Wasev TMMD Ke-126 Tinjau Proyek di Sidoarjo

Pesan tegas juga disampaikan terkait pengisian jabatan kepala sekolah. Subandi memastikan proses tersebut bebas dari titipan maupun gratifikasi.

 

Ia menegaskan, apabila nantinya ditemukan gratifikasi dalam pengisian jabatan kepala sekolah, sanksi berat akan diberikan hingga pemberhentian sebagai ASN dan guru.

“Kalau sampai terjadi ada gratifikasi, akan kita berhentikan. Satu sebagai ASN. Yang kedua sebagai guru,” tegasnya.

Img 20260812 wa0022

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Netti Lastiningsih menjelaskan, dari 254 kepala sekolah yang dikukuhkan, sebanyak 90 kepala SD negeri merupakan hasil promosi. Sementara kepala sekolah lainnya mengalami pergeseran tempat namun tetap menjabat sebagai kepala sekolah.

Untuk jenjang SMP negeri, terdapat 12 kepala sekolah yang mendapat promosi, sedangkan 15 lainnya dimutasi ke SMP negeri lain.

Pengukuhan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa para kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Sidoarjo, termasuk melalui program prioritas pemerintah daerah berupa 20.000 beasiswa pendidikan.(zaq)

Leave a Reply