Peserta Festival Gamelan Kahuripan Sidoarjo Naik 43 Persen, 33 Grup Pelajar Lestarikan Karawitan

Img 20260928 wa0000

SIDOARJO, lintasskandal com – Minat generasi muda terhadap seni karawitan dan tembang Jawa di Kabupaten Sidoarjo menunjukkan peningkatan. Festival Gamelan Kahuripan keempat yang digelar Dewan Kesenian Daerah (Dekesda) Sidoarjo diikuti 33 grup pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, naik 43 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya melibatkan 23 grup.

Peningkatan jumlah peserta menjadi indikasi tumbuhnya ketertarikan pelajar terhadap kesenian tradisional di tengah perkembangan budaya modern. Festival yang berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (26/9/2026), menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberlanjutan karawitan di kalangan generasi muda.

Menurut Ribut, festival gamelan menjadi ruang bagi para pelajar untuk tidak hanya menampilkan kemampuan bermusik. Tetapi juga mengeksplorasi gamelan sebagai bagian dari pengalaman belajar seni dan budaya.Ia menyebutkan bahwa gamelan telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh

UNESCO. Keberadaan gamelan menunjukkan bahwa kesenian tersebut merupakan bagian dari kebudayaan dunia sekaligus memiliki kontribusi terhadap peradaban.

“Gamelan bukan hanya bagian dari kebudayaan kita, tetapi juga bagian dari kebudayaan dunia dan memiliki kontribusi terhadap peradaban dunia,” ujarnya.

Ribut juga menjelaskan bahwa gamelan memiliki perjalanan panjang dalam kehidupan masyarakat Nusantara. Dalam sejarah perkembangan Islam di Tanah Jawa, gamelan

turut digunakan oleh Walisongo sebagai bagian dari pendekatan dakwah kepada masyarakat.

“Gamelan juga memiliki peran besar dalam masuknya Islam di Tanah Jawa dan Nusantara. Walisongo menggunakan gamelan saat melakukan dakwah Islam di Tanah Jawa,” katanya.

Menurutnya, gamelan juga memiliki makna filosofis sebagai simbol hubungan manusia dengan Tuhan. Karena itu, gamelan tidak hanya dapat dipandang sebagai seni pertunjukan, tetapi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Ridho

Baca juga :  Bupati Subandi Apresiasi Investor, Realisasi Investasi Sidoarjo TW III/2025 Capai Rp 14,086 T

Prasetyo mengatakan, Festival Gamelan Kahuripan bukan sekadar pertunjukan seni. Event itu menjadi ruang pertemuan antara seni, pendidikan, masyarakat, dan generasi muda.

“Festival Gamelan Kahuripan ini bukan hanya sekadar pertunjukan seni semata, tetapi juga ajang mempertemukan seni, pendidikan, masyarakat, dan generasi muda dalam

satu semangat agar kesenian tetap hidup, dipelajari, dikembangkan, dan diwariskan,” ujar Ridho yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo Subandi.

Menurutnya, gamelan juga memiliki nilai penting dalam membentuk karakter peserta didik. Di dalam proses bermain gamelan terdapat nilai kebersamaan, kerukunan,

kedisiplinan, kepekaan dalam mendengarkan, kemampuan menjaga harmoni, serta kesetiaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

“Warisan budaya bukan hanya menjadi peninggalan harta benda, tetapi harus terus hadir sebagai pengalaman yang dijalani. Anak-anak perlu mengenal tembang dan

karawitan, belajar tentang proses, keberanian, sekaligus membangun kebanggaan terhadap identitas daerah kita,” katanya.

Ia mengatakan, generasi muda perlu dikenalkan dengan tradisi yang tumbuh di lingkungan mereka. Melalui festival ini, para siswa tidak hanya belajar tampil di

hadapan publik, tetapi juga menjalani proses kerja sama, kedisiplinan, serta membangun kepekaan terhadap lingkungan budaya di sekitarnya.

“Jangan sampai anak-anak kita mengenal budaya luar, namun tidak mengenal budaya Kabupaten Sidoarjo sendiri,” tegasnya.

Ridho menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem kebudayaan di Sidoarjo.

Gamelan juga diharapkan tidak berhenti sebagai warisan yang dilestarikan, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi lahirnya karya-karya baru.

“Jadikan gamelan sebagai sumber pelestarian dan lahirnya karya-karya baru. Mari kita maknai festival ini sebagai ikhtiar membangun generasi yang cerdas, berkarakter,

kreatif, dan memiliki akar budaya yang kuat,” ujarnya.

Pihak berharap kegiatan Festival Gamelan Kahuripan dapat semakin memperkuat

Baca juga :  Tanam Padi Serentak di Beji, Kapolsek: Wujud Sinergi Pertahankan Swasembada Panga

kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah. “Sekaligus memastikan warisan budaya tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” tandasnya. (Zaq)

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply