Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Banyuwangi Tuntas 100 Persen, Peresmian Serentak Masih Tertunda

Img 20261029 wa0009

BANYUWANGI, lintasskandal.com –
Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kabupaten Banyuwangi yang dikerjakan PT Nindya Karya telah tuntas dengan progres fisik mencapai 100 persen. Penyelesaian ini sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang direncanakan, sebagai bagian dari upaya pemerintah menyediakan fasilitas pendidikan bagi masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.

Img 20261029 wa0007

Eko Yudi Pristanto, Koordinator pelaksana lapangan Pembangunan SRT I Kabupaten Banyuwangi mengatakan, bahwa seluruh pekerjaan fisik telah tuntas dan diselesaikan melalui perencanaan, koordinasi, dan pengendalian pelaksanaan secara optimal.

“Alhamdulillah, secara keseluruhan progres fisik pembangunan SRT I Kabupaten Banyuwangi telah tuntas dan progres fisik pekerjaan mencapai 100 persen sesuai dengan waktu pelaksanaan yang direncanakan.

Kami berupaya memastikan kesiapan fasilitas pendidikan agar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serta proses belajar mengajar dapat terlaksana sesuai jadwal,” ujar Eko. Kamis (29/10/2026).

Setelah seluruh pekerjaan fisik selesai, proyek tersebut kini memasuki tahap pemeliharaan sesuai ketentuan kontrak. Pada tahap ini, penyedia jasa tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan kondisi bangunan serta fasilitas pendukung tetap terjaga dan siap dimanfaatkan.

Meski pembangunan telah tuntas, agenda peresmian Sekolah Rakyat secara serentak yang semula dijadwalkan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (28/10/2026), masih tertunda.

Eko menyampaikan, bahwa jadwal peresmian yang direncanakan oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut diundur hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

SRT I Kabupaten Banyuwangi berdiri di atas lahan seluas 7 hektare di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sekolah ini dirancang mampu menampung hingga 1.000 peserta didik untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Selain ruang belajar, fasilitas tersebut dilengkapi berbagai sarana penunjang pendidikan dan kegiatan siswa. Kehadirannya diharapkan dapat memperluas akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Baca juga :  Bupati dan Wabup Sidoarjo Gelar Dragbike Street Race 2025, Berikan Wadah Pecinta Balap Motor di Sidoarjo

Diakhir, Eko juga menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Banyuwangi ada sekitar 25 titik bangunan gedung di luar bangunan lapangan bola dan lapangan basket. “Semua bangunan bangunan gedung dan sarana prasarana pendukung di SRT I Kabupaten Banyuwangi sudah bisa difungsikan semuanya.

Sementara itu, untuk bangunan gedung yang sudah dipergunakan di SRT I Kabupaten Banyuwangi diantaranya, 4 asrama SMA, 4 asrama SMP dan 2 asrama SD serta 2 rumah susun untuk guru. Begitu juga dengan bangunan gedung penunjang seperti Masjid, Aulia dan tempat ibadah bagi umat non muslim juga sudah di pergunakan. Selain itu, di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Banyuwangi ada sekitar 450 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Terang Eko

Sementara itu, Winarno, S.pd., M.pd., Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Banyuwangi saat dikonfirmasi langsung , Kamis (29/10/2026) belum bisa memberikan keterangan mengenai jumlah siswa dan tenaga pengajar di sekolah tersebut.

Dukungan terhadap SRT I Kabupaten Banyuwangi juga disampaikan Zaenal Abidin (45), warga Desa Blambangan, Kecamatan Kecamatan Muncar. Ia berharap sekolah tersebut benar-benar memberikan layanan pendidikan gratis dan berkualitas tanpa membebani keluarga kurang mampu.

“Harapannya sekolah ini benar-benar gratis tanpa pungutan liar, sehingga bisa membantu masyarakat kecil dan memutus mata rantai kemiskinan,” ujarnya.

Rampungnya pembangunan SRT I Kabupaten Banyuwangi menjadi langkah awal dalam penyediaan fasilitas pendidikan gratis. Selanjutnya, kesiapan operasional, ketersediaan tenaga pengajar, serta kepastian pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menjadi hal penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan demikian, keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi I di Kabupaten Banyuwangi diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan pendidikan baru, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. (red)

Leave a Reply