Jawab Isu Negatif : Pusdik Brimob Watukosek Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Heat Stroke Bagi Peserta Didik Brimob

Img 20260106 wa0013

Pasuruan, lintasskandal.com – Sehubungan dengan adanya isu negatif masyarakat yang kurang memahami betapa beratnya pelatihan peserta didik Brimob serta setiap pelatihan peserta didik Brimob baru ada yang meninggal dunia.

Oleh sebab itu, Pusdik Brimob Watukosek menggelar sosialisasi dan pelatihan pertolongan pertama Heat Stroke pada peserta didik Brimob yang dapat mengakibatkan kefatalan yaitu meninggal dunia. Senin, (05/01/2026)

Heat Stroke merupakan kondisi medis darurat paling parah akibat panas, terjadi saat suhu tubuh melonjak cepat hingga 40°C atau lebih karena tubuh gagal mengatur suhu (mekanisme keringat berhenti), yang bisa merusak otak, jantung, ginjal, dan berpotensi fatal jika tidak segera ditangani dengan pendinginan cepat.

Akp. Suhadi S. Ners menjelaskan bahwa pelatihan untuk menjadi Brimob memang cukup berat yaitu 80 ℅ berada di Lapangan sedangkan hanya 20 ℅ berada di kelas sehingga ada peserta didik Brimob yang mengalami Heat Stroke.

Img 20260106 wa0011

Suhadi juga menegaskan bahwa tidak ada pelatih yang menyiksa namun masyarakat juga paham bagaimana kegiatan Brimob yang berat seperti lintas medan dll dengan cuaca panas itu dapat memicu kondisi darurat pada peserta didik Brimob.

Selanjutnya beliau juga memaparkan sebelum peserta didik Brimob memulai berlatih di medan itu sudah dicek fisik secara keseluruhan, pemberian minum oralit, minum air putih serta makanan dan vitamin.

“Saya rasa masyarakat juga banyak yang paham bahwa memang Brimob itu pelatihannya berat karna memang Brimob tugasnya berat semi militer, jadi tidak ada pelatih yang menyiksa, ” Tuturnya.

Kemudian beliau juga menyampaikan maksud dan tujuan pelatihan pertolongan pertama Heat Stroke pada peserta didik Brimob untuk para pelatih yaitu agar pelatih dapat memberikan pertolongan pertama jika ada peserta didik Brimob yang mengalami heat stroke saat berada di dalam hutan yang sulit diakses oleh kendaraan roda 4.

Baca juga :  Tim Gabungan Polda Jatim dan Polres Pasuruan Kota Berhasil Bekuk Dua Pelaku Begal di Flyover Tol Paspro

Img 20260106 wa0012

Saat Heat Stroke pelatih dapat mengompres pakai air, atau es apabila semua itu tidak ada saat latihan dilakukan dihutan pelatih dapat mengipasi sehingga suhu panas yang didalam tubuh dapat redah pada peserta didik Brimob dengan menunggu datangnya mobil ambulance karna kondisi tersebut hanya mampu bertahan paling lama 30 menit.

Harapan dengan adanya pelatihan pertolongan pertama Heat Stroke pada peserta didik Brimob agar pelatih mampu memberikan pertolongan pertama pada kondisi yang darurat dilapangan. (Mifta)

Leave a Reply