Progres Rehabilitasi PHTC Jatim XII Capai 6 Persen
JAWA TIMUR, lintasskandal.com – Guna mendukung program pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan nasional serta membentuk karakter peserta didik yang tangguh, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Pada Tahun Anggaran 2025–2026, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, melaksanakan kegiatan rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana sekolah madrasah dalam program PHTC Jawa Timur XII.

Hingga minggu ke-9 Januari 2026, progres pekerjaan rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana sekolah Madrasah PHTC Jawa Timur XII telah mencapai 6 persen.
“Progres fisik hingga saat ini masih berjalan dan on the track sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan,” ujar Zulvantri, Tim Leader Konsultan Supervisi PT Nindya Beton, kepada lintasskandal com , Rabu (21/1/2026).
Zulvantri menjelaskan, selain pekerjaan rehabilitasi, paket pekerjaan tersebut juga mencakup rekonstruksi gedung dari nol, seperti yang dilaksanakan di MIN 1 Jombang.
“Pekerjaan meliputi pembangunan gedung baru dari pondasi awal, mulai dari pekerjaan struktur hingga finishing,” jelas Zul, sapaan akrabnya.

Adapun item pekerjaan dalam paket tersebut meliputi pekerjaan persiapan, pembongkaran gedung lama, pekerjaan tanah, beton, pembesian, dinding, lantai, hingga pekerjaan atap dengan rangka baja ringan dan penutup atap menggunakan onduline.
Sementara itu, Janji, salah satu guru MIN 1 Jombang, mengaku bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas perhatian yang diberikan kepada sekolahnya.
“Dalam proses rehabilitasi dan pembangunan, kualitas struktur konstruksi cukup bagus. Material dan pekerjaan pembesiannya juga baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah hampir setiap hari turut memantau dan mengawasi jalannya pekerjaan.
Hal senada disampaikan Ghofur, pengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas dilakukannya rehabilitasi kembali di sekolah tempatnya mengajar.
“Pada tahun 2023–2024, sekolah kami telah mendapatkan rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas dari pemerintah pusat.
Alhamdulillah, saat ini kembali mendapatkan rehabilitasi gedung,” ungkapnya.
Ghofur berharap pekerjaan rehabilitasi dan renovasi tersebut dapat selesai tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya.
Diketahui, pada proses lelang paket pekerjaan Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Jawa Timur 12, tercatat diikuti oleh 68 perusahaan jasa konstruksi dalam negeri. Namun, hanya lima perusahaan yang memasukkan penawaran.
Berdasarkan hasil evaluasi lelang, PT Nindya Beton yang beralamat di Jalan Letjen MT Haryono, KAV 22, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, mengajukan penawaran terendah sebesar Rp. 53.322.692.800,00 dan ditetapkan sebagai pemenang tender paket pekerjaan tersebut. (bn)

