Akhiri Penantian Puluhan Tahun, Pemkab Mojokerto Pastikan Ibu Kota Kabupaten Pindah ke Mojosari
MOJOKERTO, lintasskandal com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menegaskan komitmennya untuk segera merealisasikan pemindahan pusat pemerintahan atau ibu kota kabupaten dari wilayah Kota Mojokerto ke Kecamatan Mojosari.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, dalam acara Konsultasi Publik yang digelar baru-baru ini. Menurutnya, pemindahan ibu kota bukan hanya sekadar perubahan administratif, namun merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian wilayah Kabupaten Mojokerto.
Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu menyampaikan bahwa rencana pemindahan pusat pemerintahan telah menjadi cita-cita lama masyarakat dan para pemimpin daerah sejak puluhan tahun silam.
“Ini adalah cita-cita yang sangat lama sekali diharapkan oleh seluruh masyarakat dan sudah direncanakan oleh bupati-bupati sebelumnya, sejak era Machmoed Zain tahun 1990. Sudah puluhan tahun kita merencanakan ini, dan sekarang saatnya Kabupaten Mojokerto memiliki ibu kota di wilayahnya sendiri,” tegas Gus Barra di hadapan tokoh masyarakat dan akademisi.
Ia menilai keberadaan pusat pemerintahan Kabupaten Mojokerto yang selama ini berada di luar wilayah administrasi, yakni di Kota Mojokerto, membuat kabupaten tidak memiliki identitas visual pemerintahan yang kuat.
Pemindahan ke Mojosari, lanjutnya, akan menjadi “titik nol” pembangunan Kabupaten Mojokerto sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Dengan adanya pusat pemerintahan yang baru, Mojosari akan berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Mojokerto secara luas,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan kekuatan daerah, Gus Barra juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi strategis dengan pemerintah pusat, termasuk Wakil Presiden Republik Indonesia.
Ia menyebut dukungan pemerintah pusat sangat penting, khususnya dalam pembangunan infrastruktur penunjang di kawasan ibu kota baru.
“Tadi kami sudah bertemu dengan Bapak Wakil Presiden dan menyampaikan agenda konsultasi publik ini. Beliau berpesan agar seluruh kebutuhan pemindahan pusat pemerintahan dan pembangunan infrastruktur segera disampaikan ke pusat untuk mendapatkan perhatian khusus,” ujarnya.
Pemindahan ibu kota Kabupaten Mojokerto ke Mojosari diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam pembangunan daerah, sekaligus mengakhiri penantian panjang masyarakat yang telah berlangsung selama puluhan tahun. (red)

