HPN 2026 di Sumenep, Kominfo Jatim Tegaskan Pers Harus Bertransformasi di Era Digita

Img 20260210 194456

SURABAYA, transnews.co.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa transformasi menuju media digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi insan pers. Pergeseran dari media konvensional ke platform digital menuntut jurnalis untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan nilai profesionalisme dan etika jurnalistik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo Jatim, Putut Darmawan, saat mewakili Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Pendopo Keraton Sumenep, Senin (9/2/2026) malam.

“Pers tidak lagi berada di era konvensional. Transformasi ke media digital adalah keniscayaan yang harus dihadapi bersama,” tegas Putut.
Ia menyebut tema HPN 2026,

“Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, sebagai momentum refleksi bagi insan pers di tengah derasnya arus digitalisasi. Berdasarkan data Dewan Pers 2025, media siber menjadi jenis media dengan jumlah verifikasi administrasi dan faktual terbanyak. Namun, kecepatan penyebaran informasi di era digital juga menghadirkan tantangan serius berupa hoaks dan disinformasi.

“Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi. Di sinilah peran pers profesional sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas informasi dan kepercayaan publik,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, M. Syahwan Efendi, menegaskan bahwa pers yang sehat, independen, dan beretika memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, pers tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat dan mengawal pembangunan ekonomi.

“Pers yang sehat menjadi fondasi penting dalam menciptakan ruang publik yang berkualitas serta mendorong pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan,” kata Syahwan.

Baca juga :  Nota Pendapat Akhir KUA-PPAS Tahun 2025 Dan Perubahan KUA-PPAS Tahun 2024

Sementara itu, Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menilai sikap kritis merupakan kunci utama agar pers tetap relevan di tengah perubahan zaman. Ia menyebut Kabupaten Sumenep sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan media yang cukup pesat di era digital.
“Tanpa sikap kritis, pers tidak akan berkembang. Pers di Sumenep hidup dan tumbuh seiring dinamika zaman,” ujarnya.

Peringatan HPN 2026 yang digelar SMSI ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, profesional, dan berdaya saing di tengah tantangan digitalisasi.

, lintasskandal.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa transformasi menuju media digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi insan pers. Pergeseran dari media konvensional ke platform digital menuntut jurnalis untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan nilai profesionalisme dan etika jurnalistik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo Jatim, Putut Darmawan, saat mewakili Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Pendopo Keraton Sumenep, Senin (9/2/2026) malam.

“Pers tidak lagi berada di era konvensional. Transformasi ke media digital adalah keniscayaan yang harus dihadapi bersama,” tegas Putut.
Ia menyebut tema HPN 2026,

“Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, sebagai momentum refleksi bagi insan pers di tengah derasnya arus digitalisasi. Berdasarkan data Dewan Pers 2025, media siber menjadi jenis media dengan jumlah verifikasi administrasi dan faktual terbanyak. Namun, kecepatan penyebaran informasi di era digital juga menghadirkan tantangan serius berupa hoaks dan disinformasi.

“Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi. Di sinilah peran pers profesional sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas informasi dan kepercayaan publik,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, M. Syahwan Efendi, menegaskan bahwa pers yang sehat, independen, dan beretika memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.

Baca juga :  Tingkatkan Cakupan Imunisasi Lengkap, Bupati Sidoarjo Terbitkan SE Pembentukan Desa/Kelurahan Iman

Menurutnya, pers tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat dan mengawal pembangunan ekonomi.

“Pers yang sehat menjadi fondasi penting dalam menciptakan ruang publik yang berkualitas serta mendorong pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan,” kata Syahwan.

Sementara itu, Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menilai sikap kritis merupakan kunci utama agar pers tetap relevan di tengah perubahan zaman. Ia menyebut Kabupaten Sumenep sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan media yang cukup pesat di era digital.
“Tanpa sikap kritis, pers tidak akan berkembang. Pers di Sumenep hidup dan tumbuh seiring dinamika zaman,” ujarnya.

Peringatan HPN 2026 yang digelar SMSI ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, profesional, dan berdaya saing di tengah tantangan digitalisasi. (red)

Leave a Reply