Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 4 Dikebut, Siap Wujudkan Boarding School Gratis Gagasan Prabowo

Img 20260217 wa0000

JAWA TIMUR, lintasskandal.com – Program Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga kurang mampu, mulai menunjukkan progres nyata di Jawa Timur. Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 4 kini terus dikebut dan dinyatakan berjalan sesuai target.

Proyek strategis ini tersebar di lima kabupaten, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Banyuwangi.

Project Manager PT Nindya Karya, Willy, menyampaikan bahwa progres pekerjaan pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 4 masih on the track.

Img 20260217 wa0001

Kontrak pekerjaan dimulai pertengahan Desember 2025 dengan target Provisional Hand Over (PHO) pada 11 Agustus 2026 atau delapan bulan kalender.

Sementara itu, Site Engineering PT Nindya Karya, Yohandri, menjelaskan hingga Februari 2026 minggu kedua, progres pekerjaan di Jember tercatat plus 0,5 persen. Sementara progres keseluruhan mencapai 6,48 persen dengan deviasi minus 0,2 persen.

“Deviasi kecil itu karena pekerjaan masih tahap awal, seperti pembongkaran, pembersihan lahan, dan mobilisasi alat. Bobot item pekerjaan utama memang belum banyak berjalan,” jelasnya.

Untuk mendukung pembangunan, lahan seluas 7 hektare telah disiapkan pemerintah daerah.

Material utama seperti kerangka baja WF, baja ringan untuk atap, serta penutup atap jenis bitumen onduline juga telah didatangkan ke lokasi.

Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai sekolah terpadu tiga jenjang, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Untuk jenjang SD akan dibangun gedung dua lantai dengan 18 rombongan belajar (rombel). SMP dua lantai dengan 9 rombel, dan SMA dua lantai dengan 9 rombel. Total terdapat 36 rombel dalam satu kawasan pendidikan terpadu.

Tak hanya ruang kelas, proyek ini juga mencakup pembangunan asrama SMP, asrama SMA, serta rumah susun untuk guru. Konsepnya adalah boarding school sesuai gagasan Presiden Prabowo, sehingga siswa dapat tinggal dan belajar dalam satu kawasan terintegrasi.

Baca juga :  Polres Pasuruan dan Media Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi

“Hingga saat ini, tenaga kerja yang sudah kami pekerjakan sekitar 300 orang di luar staf,” terang Yohandri.

Di sisi lain, warga setempat, Ahmad Ghofur, berharap pembangunan Sekolah Rakyat benar-benar mampu menghadirkan pendidikan nasional yang berkualitas tanpa adanya pungutan liar maupun beban SPP bagi masyarakat.

“Harapannya sekolah ini betul-betul gratis dan membantu masyarakat kecil,” ujarnya.

Diketahui, proses lelang paket pekerjaan pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Timur 4 diikuti oleh 50 perusahaan jasa konstruksi dalam negeri.

Namun, hanya tiga perusahaan yang memasukkan penawaran hingga tahap akhir evaluasi.

Berdasarkan hasil evaluasi tender, PT Nindya Karya (Persero) yang berkantor pusat di Jalan Letjen MT Haryono Kav 22 Cawang, Jakarta, ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran sebesar Rp1.216.552.909.859,02.

Proyek senilai lebih dari Rp1,2 triliun ini diharapkan menjadi tonggak pemerataan akses pendidikan berkualitas di Jawa Timur, sekaligus menjadi model implementasi Sekolah Rakyat berbasis boarding school di Indonesia. (bn)

Leave a Reply