Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 1 Dikebut, 287 Pekerja Diterjunkan

Img 20260304 wa0007

JAWA TIMUR, lintasskandal.com  – Program Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga kurang mampu, mulai menunjukkan progres nyata di Jawa Timur. Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 1 kini terus dikebut.

Project Manager PT Waskita Karya, Budi, menyampaikan bahwa progres pekerjaan pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 1 masih on the track.,

Kontrak pekerjaan dimulai akhir Nopember 2025 dengan target Provisional Hand Over (PHO) pada akhir Juli 2026.

” Hingga awal Maret 2026 minggu ke empat belas, progres pekerjaan di Jombang masih on the track.

Meskipun ada deviasi minus kecil sekali.
Deviasi kecil tersebut dikarenakan pekerjaan masih tahap awal, seperti pembongkaran, pembersihan lahan, pematangan lahan dan mobilisasi alat. Bobot item pekerjaan utama memang belum banyak berjalan,” jelasnya.

Untuk mendukung pembangunan, lahan seluas 5 hektare telah disiapkan pemerintah daerah setempat.

Material utama untuk pekerjaan struktur seperti pemancangan, kerangka baja WF, pekerjaan kolom dan untuk penutup atap menggunakan jenis genteng biasa.

Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa sekolah Rakyat ini dirancang sebagai sekolah terpadu tiga jenjang, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Untuk jenjang SD akan dibangun gedung dua lantai dengan 10 rombongan belajar (rombel). SMP dua lantai dengan 9 rombel, dan SMA dua lantai dengan 9 rombel.

Tak hanya ruang kelas, proyek ini juga mencakup pembangunan asrama SMP, asrama SMA, serta rumah susun untuk guru. Konsepnya adalah boarding school sesuai gagasan Presiden Prabowo, sehingga siswa dapat tinggal dan belajar dalam satu kawasan terintegrasi.

“Hingga saat ini, tenaga kerja yang sudah kami pekerjakan sekitar 287 orang di luar staf,” terang Budi

Di sisi lain, warga setempat, Suparman, berharap pembangunan Sekolah Rakyat benar-benar mampu menghadirkan pendidikan nasional yang berkualitas tanpa adanya pungutan liar maupun beban SPP bagi masyarakat.

Baca juga :  Terkait Kriminalisasi Aiptu Labora Sitorus, Komnas HAM: Terjadi Penyalahgunaan Wewenang dan Pengabaian Perlindungan HAM oleh Penegak Hukum

“Harapannya sekolah ini betul-betul gratis dan membantu masyarakat kecil,” ujarnya.

Diketahui, proses lelang paket pekerjaan pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Timur 1 diikuti oleh 61 perusahaan jasa konstruksi dalam negeri.

Namun, hanya tiga perusahaan yang memasukkan penawaran hingga tahap akhir evaluasi.

Berdasarkan hasil evaluasi tender, PT Waskita Karya (Persero) yang berkantor pusat di Jalan Letjen MT Haryono Kav 10 Cawang, Jakarta, ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran sebesar Rp1.165.669.943.886,00

Proyek senilai lebih dari Rp1,1 triliun ini diharapkan menjadi tonggak pemerataan akses pendidikan berkualitas di Jawa Timur, sekaligus menjadi model implementasi Sekolah Rakyat berbasis boarding school di Indonesia. (bn)

Leave a Reply