Bupati Rusdi Tancap Gas Tuntaskan 19.857 Anak Tak Sekolah, Gerbang Kembar Jadi Senjata Dongkrak IPM Pasuruan
PASURUAN, lintasskandal com – Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo resmi melaunching Program Gerakan Bangkit Kembali Belajar (Gerbang Kembar) di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (12/2/2026).
Program ini ditegaskan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menuntaskan persoalan 19.857 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Pasuruan.
Peluncuran Gerbang Kembar diperkuat dengan penandatanganan perjanjian kinerja prioritas pembangunan antara Bupati Pasuruan dengan tiga Kepala OPD terkait, yakni Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi.
Tak hanya itu, enam camat dari wilayah dengan angka ATS relatif tinggi juga turut menandatangani komitmen kinerja, yakni Camat Lekok, Kraton, Pasrepan, Kejayan, Wonorejo dan Nguling.
Bupati Rusdi menegaskan, Gerbang Kembar harus diterjemahkan dalam target yang jelas, indikator terukur, serta tanggung jawab spesifik di setiap perangkat daerah.
“Gerbang Kembar tidak boleh berhenti sebagai gagasan atau kegiatan seremonial saja. Setiap target harus memiliki angka, setiap program harus berdampak dan setiap OPD harus ada kontribusi nyata,” tegasnya.
Menurutnya, perjanjian kinerja ini menjadi instrumen pengikat agar program prioritas tahun 2026 berjalan efektif, terintegrasi, dan akuntabel.
“Keberhasilan kita tidak diukur dari banyaknya program, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat Kabupaten Pasuruan,” imbuhnya.
Berdasarkan Data Kemendikdasmen tahun 2026, tercatat 19.857 ATS di Kabupaten Pasuruan, mencakup anak yang belum pernah sekolah, putus sekolah (drop out), hingga lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan. Angka tersebut dinilai bukan sekadar statistik, melainkan faktor penghambat langsung terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Persoalan anak tidak sekolah bukan program biasa. Ini strategi utama percepatan pembangunan manusia,” ujar Mas Rusdi, sapaan akrabnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta intervensi yang serius dan terintegrasi untuk menuntaskan puluhan ribu ATS tersebut. Melalui Gerbang Kembar, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menargetkan lahirnya komitmen masif dan sinergi nyata demi mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan langkah ini, Pemkab Pasuruan menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan satu pun anak tertinggal dari akses pendidikan sebagai fondasi utama masa depan daerah. (red)

