Progres Pembangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Capai 27,9 Persen, Lebih Cepat dari Target

Oplus 131074

SIDOARJO, lintasskandal com  – Progres pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny yang berlokasi di Jalan Siwalan Panji, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, hingga awal April 2026 atau memasuki minggu ke-17 menunjukkan capaian positif.

Proyek tersebut telah mencapai progres 27,9 persen dengan deviasi surplus sekitar 2,16 persen dari target.

Project Manager PT Waskita Karya (Persero), Dimas Raditya, menjelaskan bahwa pembangunan ponpes ini dimulai sejak akhir Desember 2025. Hingga saat ini, progres pekerjaan di lapangan berjalan lebih cepat dari rencana.

Oplus 131072
“Per awalApril 2026 minggu ke-17, progres sudah mencapai 27,9 persen dengan deviasi positif sekitar 2,16 persen,” ujar Dimas, Rabu (15/4/2026).

Untuk mengejar target pembangunan, pihaknya mengerahkan sebanyak 172 pekerja di luar staf sampai dengan saat ini.

Sebagian besar tenaga kerja tersebut merupakan warga lokal dari wilayah Buduran, Siwalanpanji, dan Gedangan.
Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap struktur untuk tiga bangunan utama. Bahkan, salah satu gedung sudah memasuki tahap finishing.

“Satu dari bangunan gedung pondok pesantren sudah sampai tahap finishing,” jelasnya.

Dimas juga memaparkan, bahwa konstruksi atap bangunan menggunakan kerangka baja ringan dengan penutup bitumen.

Oplus 131072
Adapun kompleks Ponpes Al Khoziny ini akan terdiri dari tiga bangunan utama, yakni gedung pendidikan, masjid, serta gedung hunian atau asrama yang dirancang untuk menampung sekitar 900 santri dan santriwati.

Selain itu, fasilitas pendukung seperti kantin dan genset juga turut dibangun untuk menunjang aktivitas para santri.

Secara teknis, pelaksanaan proyek hingga kini berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Dimas menyebut, kelancaran pembangunan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, selama pelaksanaan pekerjaan tidak ada kendala signifikan dan kami mendapat dukungan dari semua pihak,” tuturnya.

Baca juga :  Sidoarjo Juara Umum Catur Popda XIV Jatim 2024

Sementara itu, Nugie selaku bagian Health Safety and Environent (HSE) memastikan bahwa aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama.

Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) selama berada di area proyek.

“Kami selalu mengingatkan seluruh pekerja untuk tertib menggunakan APD dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan,” tegasnya.

Di sisi lain, Ahmad Sakrawi, salah satu santri asal Sampang, Madura, mengaku bersyukur atas pembangunan kembali ponpes tersebut setelah sebelumnya mengalami musibah ambruknya bangunan.

Ia berharap pembangunan Ponpes Al Khoziny dapat segera rampung sehingga bisa kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dengan aman dan nyaman.

“Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan cepat selesai agar bisa segera digunakan,” harapnya. (bn)

Leave a Reply