Proyek Sekolah Rakyat Jatim 3 di Pasuruan Dikebut, Progres Capai 12 Persen
PASURUAN, lintasskandal.com – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 3 di Pasuruan terus dikebut guna mengejar target program percepatan dari Kementerian PUPR. Hingga pertengahan April 2026 atau memasuki minggu ke-17, progres proyek tercatat mencapai 12 persen.
Project Manager PT Nindya Karya (Persero), Krisma, mengatakan pihaknya menggenjot pekerjaan dengan menambah jumlah tenaga kerja serta menerapkan sistem kerja dua shift siang dan malam.
“Untuk memenuhi target percepatan, saat ini kami telah mempekerjakan sekitar 724 pekerja dengan sistem kerja non stop. Ke depan jumlahnya akan ditingkatkan hingga 1.000 tenaga kerja,” ujarnya.

Krisma menjelaskan, kontrak pembangunan dimulai sejak akhir Desember 2025 dengan target Provisional Hand Over (PHO) awal pada Agustus 2026. Namun, adanya instruksi percepatan membuat pihaknya harus bekerja lebih keras agar proyek dapat selesai lebih cepat dari jadwal.
“Dengan adanya program percepatan dari Presiden Prabowo Subianto, kami berupaya maksimal agar proyek ini bisa selesai sebelum Agustus,” katanya.
Saat ini, pekerjaan masih berada pada tahap awal, meliputi persiapan lahan, pengurugan, pematangan lahan, serta mobilisasi alat berat. Hal ini membuat serapan progres bobot material utama belum maksimal sehingga capaian progres masih mengalami deviasi minus tipis. Meski demikian, secara keseluruhan proyek tetap berada pada jalur yang direncanakan.
“Untuk target awal pekerjaan masih on the track dengan deviasi surplus tipis,” tambahnya.
Krisma menargetkan seluruh pekerjaan di lapangan sudah memasuki tahap struktur pada akhir April 2026. Sejumlah material utama seperti besi, keramik, semen, bata, hingga penutup atap telah tersedia di gudang yang disiapkan di luar area proyek.
“Semua material pendukung sudah ready, tinggal percepatan di lapangan,” jelasnya.
Pemerintah daerah sendiri telah menyiapkan lahan seluas sekitar 7,3 hektare untuk pembangunan kompleks Sekolah Rakyat Jawa Timur 3 ini. Nantinya, sekolah ini dirancang sebagai sekolah terpadu berbasis boarding school yang mencakup tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA.
Masing-masing jenjang akan dilengkapi gedung dua lantai untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, proyek juga mencakup pembangunan berbagai fasilitas penunjang seperti asrama siswa, asrama guru, kantin terpisah, dapur, gudang, hingga rumah susun (rusun) guru.
Tak hanya itu, fasilitas pendukung lainnya juga akan dibangun, seperti masjid, guest house, lapangan sepak bola, serta dua lapangan basket.
“Konsepnya adalah boarding school sesuai gagasan Presiden, sehingga siswa dapat tinggal dan belajar dalam satu kawasan terintegrasi,” terang Krisma.
Hingga saat ini, proyek telah menyerap sekitar 404 tenaga kerja di luar staf manajemen dan akan terus bertambah seiring percepatan pekerjaan.
Di sisi lain, masyarakat sekitar menyambut baik pembangunan sekolah tersebut. Salah satu warga, Agus, berharap Sekolah Rakyat ini benar-benar memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
“Harapannya sekolah ini benar-benar gratis tanpa pungutan liar, sehingga bisa membantu masyarakat kecil,” ujarnya.
Diketahui, proyek pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Timur 3 ini merupakan hasil lelang yang diikuti 54 perusahaan konstruksi nasional, dengan tiga perusahaan yang lolos hingga tahap evaluasi akhir. PT Nindya Karya (Persero) akhirnya ditetapkan sebagai pemenang tender dengan nilai penawaran sebesar Rp1,19 triliun untuk lima lokasi di Jawa Timur.
Proyek strategis ini diharapkan menjadi tonggak pemerataan akses pendidikan berkualitas di Jawa Timur sekaligus menjadi model pengembangan Sekolah Rakyat berbasis asrama di Indonesia. (bn)

