Progres Sekolah Rakyat Jatim 4 di Trenggalek Capai 79 Persen, PT Nindya Karya Terapkan Tiga Shift Kerja

Img 20260617 wa0003

TRENGGALEK, lintasskandal.com – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 4 di Kabupaten Trenggalek terus dikebut untuk memenuhi target percepatan yang dicanangkan pemerintah. Hingga pertengahan Juni 2026 atau memasuki minggu ke-26 pelaksanaan proyek, progres pembangunan telah mencapai 79 persen dan saat ini memasuki tahap finishing.

Untuk mempercepat penyelesaian proyek, penyedia jasa konstruksi PT Nindya Karya menerapkan sistem kerja tiga shift yang berlangsung dari pagi, siang, malam hingga dini hari. Selain itu, perusahaan juga menambah jumlah tenaga kerja di lapangan.

Img 20260617 wa0005

Project Manager PT Nindya Karya, Fajri, mengatakan pihaknya saat ini mengerahkan sekitar 1.200 pekerja guna memastikan pekerjaan berjalan tanpa henti.
“Untuk memenuhi target percepatan tersebut, saat ini kami telah mempekerjakan sekitar 1.200 pekerja dengan sistem kerja non stop hingga malam dan dini hari,” ujar Fajri di kantornya, Selasa (16/6/2026).

Img 20260617 wa0004

Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan sebagai tindak lanjut program yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, seluruh tim berupaya maksimal agar proyek dapat diselesaikan sebelum akhir Juni 2026.

“Dengan adanya program percepatan dari Presiden Prabowo Subianto, kami berupaya maksimal agar proyek ini bisa selesai sebelum akhir Juni 2026. Sebagian bangunan sekolah yang dipersiapkan juga sudah dapat difungsikan,” katanya.

Fajri menjelaskan, pada tahap awal pelaksanaan proyek, progres fisik di lapangan belum terlihat signifikan karena pekerjaan masih difokuskan pada persiapan lahan, pengurugan, pematangan lahan, mobilisasi alat berat, hingga pekerjaan pondasi.

Img 20260617 wa0000

Ia menambahkan, konstruksi bangunan Sekolah Rakyat Jatim 3 menggunakan sistem pondasi pancang yang membutuhkan proses cukup lama. “Khusus pekerjaan pondasi di pembangunan sekolah rakyat yang ada di kabupaten Trenggalek menggunakan pondasi pancang karena lokasinya berada didaerah gunung yang rawan gempa. Selama saya ada disini mengalami gempa tiga kali. Ujarnya

Baca juga :  Diikuti 900 Guru, Gus Muhdlor Minta Porgu PGRI Jadi Spirit Bersama Membangun Olahraga Sidoarjo Lebih Maju

Meski demikian, capaian pekerjaan tetap berada pada jalur yang direncanakan.
“Pada tahap awal memang progres belum begitu terlihat karena bobot pekerjaan utama masih dalam proses. Namun secara keseluruhan proyek masih on the track dengan deviasi minus yang sangat tipis,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Fajri, seluruh material pendukung pembangunan telah berada di lokasi proyek sehingga pekerjaan dapat difokuskan pada penyelesaian akhir.
“Semua material pendukung sudah on-site, tinggal percepatan pekerjaan di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Site Manager PT Nindya Karya, Arif, mengatakan Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah menyiapkan lahan seluas sekitar enam hektare untuk pembangunan kompleks Sekolah Rakyat Tahap II tersebut.

Sekolah Rakyat Jatim 3 dirancang sebagai sekolah terpadu berbasis boarding school yang mencakup tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA, dengan kapasitas mencapai 1.080 siswa.

Setiap jenjang pendidikan akan dilengkapi gedung belajar dua lantai. Selain itu, proyek juga mencakup pembangunan berbagai fasilitas penunjang, seperti asrama siswa, asrama guru, kantin terpisah, dapur, gudang, hingga rumah susun (rusun) guru.
“Konsepnya adalah boarding school sesuai gagasan Presiden, sehingga siswa dapat tinggal dan belajar dalam satu kawasan yang terintegrasi,” terang Arif.

Ia juga menyebutkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek maupun masyarakat setempat karena dinilai dapat memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Salah seorang warga Desa Ngantru, Sulastri (35), menyambut baik kehadiran sekolah tersebut. Ia berharap Sekolah Rakyat benar-benar mampu memberikan layanan pendidikan gratis dan berkualitas.

“Harapannya sekolah ini benar-benar gratis tanpa pungutan liar, sehingga bisa membantu masyarakat kecil,” ujarnya.

Diketahui, proyek pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Timur 4 merupakan bagian dari paket pekerjaan hasil lelang yang diikuti 50 perusahaan konstruksi nasional. Dari proses tersebut, tiga perusahaan berhasil lolos hingga tahap evaluasi akhir sebelum PT Nindya Karya ditetapkan sebagai pemenang tender.
PT Nindya Karya memenangkan tender dengan nilai penawaran sebesar Rp1,2 triliun untuk pembangunan Sekolah Rakyat di lima lokasi yang tersebar di lima kabupaten di Jawa Timur.

Baca juga :  Polres Probolinggo Kota Siagakan Puluhan Personel, Perayaan Imlek Aman dan Lancar

Proyek strategis nasional ini diharapkan menjadi tonggak pemerataan akses pendidikan berkualitas di Jawa Timur sekaligus menjadi model pengembangan Sekolah Rakyat berbasis asrama di Indonesia. (bn)

Leave a Reply