Proyek Sekolah Rakyat Jatim 3 di Kota Kediri Capai 84,9 Persen, Masuk Tahap Finishing

Oplus 131072

KEDIRI, lintasskandal.com – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 3 di Kota Kediri kini telah memasuki tahap akhir pengerjaan. Hingga 14 Juni 2026 atau minggu ke-26 pelaksanaan, progres proyek tercatat telah mencapai 84,9 persen.

Site Manager PT Nindya Karya di Kota Kediri, Syawal, mengatakan bahwa secara umum pekerjaan masih berjalan sesuai rencana meski terdapat deviasi minus tipis akibat penyesuaian di lapangan. Namun, ia menegaskan proyek tetap on track dan kini fokus pada tahap finishing dan kerapihan. “Secara keseluruhan progres masih sesuai perencanaan. Saat ini pekerjaan sudah masuk tahap finishing,” ujar Syawal.

Oplus 131072
Pembangunan Sekolah Rakyat Jawa timur 3 di Kota Kediri, Selasa (16/6/2026)
Percepatan Pekerjaan Dikebut untuk mengejar target penyelesaian, pihak kontraktor melakukan sejumlah langkah percepatan, di antaranya penambahan alat berat berupa power crane di sembilan titik serta penambahan tenaga kerja hingga sekitar 1.000 orang di luar staf. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan lapangan.

Selain itu, pekerjaan juga dilakukan dengan sistem lembur melalui dua shift kerja hingga malam hari. Seluruh material pendukung disebut sudah tersedia di lokasi proyek (on-site), sehingga percepatan lebih difokuskan pada proses penyelesaian akhir.

Target Penyelesaian Dipercepat
Kontrak awal pembangunan sekolah ini ditandatangani pada pertengahan Desember 2025 dengan rencana Provisional Hand Over (PHO) pada Agustus 2026. Namun, terdapat program percepatan dari Kementerian PU
yang menargetkan penyelesaian pada akhir Juni 2026.

Syawal menyebutkan bahwa pada akhir Juni 2026, pekerjaan utama seperti penutupan atap gedung SMA dan SMP ditargetkan sudah 100 persen, sementara sisa pekerjaan difokuskan pada finishing.

Diakhir, Syawal mengatakan bahwa sekolah Rakyat ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 5,2 hektare yang merupakan bekas kebun tebu. Kompleks pendidikan dirancang sebagai sekolah terpadu berbasis asrama (boarding school) yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 1.008 siswa.

Seluruh gedung utama, termasuk sekolah dan asrama siswa maupun guru, dibangun dua lantai. Sementara bangunan pendukung seperti kantin, masjid, dan guest house dibuat satu lantai. Untuk penutup atap, gedung utama menggunakan genteng konvensional, sedangkan area pedestrian penghubung menggunakan material UPVC.

Menurut pihak proyek, perubahan desain atap sempat menjadi tantangan di awal pengerjaan, namun tidak menimbulkan kendala signifikan secara teknis.

Fasilitas penunjang lainnya meliputi dua lapangan voli, dua lapangan basket, serta satu lapangan mini soccer outdoor.
Masjid Sudah Difungsikan
Salah satu fasilitas yang telah selesai adalah masjid di area sekolah. Bangunan tersebut bahkan sudah digunakan untuk pelaksanaan Salat Idul Adha, Salat Jumat, dan saat ini dimanfaatkan untuk Salat lima waktu. Pemerintah Kota Kediri turut mendukung pembangunan proyek strategis ini, termasuk rencana pembangunan akses jalan menuju kawasan sekolah.

Sementara itu, warga Kelurahan Lirboyo, Bashori (51), menyambut baik keberadaan Sekolah Rakyat tersebut. Ia berharap program ini benar-benar memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
“Harapannya sekolah ini benar-benar gratis tanpa pungutan liar, sehingga bisa membantu masyarakat kecil,” ujarnya.

Proyek Sekolah Rakyat Jawa Timur 3 ini, merupakan hasil lelang yang diikuti 54 perusahaan jasa konstruksi nasional. Tiga perusahaan masuk tahap evaluasi akhir, sebelum akhirnya PT Nindya Karya (Persero) ditetapkan sebagai pemenang tender dengan nilai sekitar Rp1,1 triliun untuk pembangunan di lima lokasi di lima kabupaten di wilayah provinsiJawa Timur. Program ini diharapkan menjadi model pemerataan akses pendidikan berbasis asrama dan memperkuat kualitas pendidikan di wilayah Jawa Timur, sekaligus mendukung program strategis nasional di sektor pendidikan. (bn)

Leave a Reply