Festival Jenang Suro Semarakkan Tahun Baru Islam di Tutur, Tradisi Leluhur dan UMKM Lokal Bersatu

Oplus 131072

PASURUAN, – Lintasskandal.com – Pemerintah Desa Tutur bersama Pemerintah Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dengan menggelar Festival Jenang Suro, Rabu (8/7/2026).

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi simbol rasa syukur, doa bersama, sekaligus upaya melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Festival dipusatkan di Pendopo Kecamatan Tutur dan sepanjang jalan di sekitar kantor kecamatan. Sejak pagi, puluhan ibu-ibu warga bergotong royong memasak jenang suro di halaman pendopo.

Setelah matang, bubur khas tersebut dikemas dalam wadah dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir.
Selain pembagian jenang suro, festival juga dimeriahkan dengan pawai budaya serta bazar UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal.

Camat Tutur, Hendi Candrawijaya, mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan adat istiadat, termasuk tradisi Festival Jenang Suro yang rutin digelar setiap menyambut Tahun Baru Islam.
“Mari terus lestarikan warisan budaya sebagai identitas dan kebanggaan untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada generasi muda,” ujarnya.

Menurut Hendi, Festival Jenang Suro menjadi wadah untuk menumbuhkan nilai gotong royong, mempererat persaudaraan, serta menjaga penghormatan terhadap tradisi leluhur. Ia menilai, kegiatan budaya yang dipadukan dengan bazar UMKM menjadi bukti bahwa tradisi tetap hidup dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Tutur, Hermanto Susilo, mengatakan Festival Jenang Suro merupakan tradisi turun-temurun yang selalu dilaksanakan masyarakat Desa Tutur setiap menyambut datangnya Tahun Baru Islam.

“Inilah Festival Jenang Suro yang secara turun-temurun telah lama menjadi bagian dari budaya yang tetap lestari hingga kini. Sudah bertahun-tahun kami laksanakan,” katanya.

Baca juga :  Operasi Zebra Semeru 2024, Polres Malang Bersama Forkopimda Gencar Sosialisasikan Keselamatan Berlalulintas

Hermanto menambahkan, tradisi tersebut juga menjadi bentuk doa bersama agar seluruh makhluk hidup di Desa Tutur memperoleh keberkahan dari Allah SWT serta kehidupan masyarakat semakin sejahtera.
“Festival Jenang Suro ini bertujuan untuk mendoakan semua makhluk hidup yang ada di Desa Tutur agar mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan ke depan dapat terus gemah ripah loh jinawi,” pungkasnya. (red)

 

Leave a Reply