Sekolah Rakyat Surabaya Rampung Lebih Cepat, Tampung hingga 1.000 Siswa
SURABAYA, lintasskandal com – Pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi 2 Kota Surabaya telah rampung secara keseluruhan pada 25 Juli 2026. Penyelesaian tersebut lebih cepat dari jadwal Provisional Hand Over (PHO) yang tercantum dalam kontrak pekerjaan, yakni pada akhir Agustus 2026.

Koordinator Wilayah Pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya, Merry, mengatakan pembangunan sekolah yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya tersebut telah selesai seluruhnya.
“Dalam kontrak paket pekerjaan pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1 di Surabaya, PHO dijadwalkan pada akhir Agustus 2026. Namun, pada 25 Juli 2026 pembangunan sudah selesai secara keseluruhan,” terang Merry di kantornya, Selasa (10/9/2026).

Merry menjelaskan, dari 19 lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang tersebar di Jawa Timur, Sekolah Rakyat Surabaya menjadi lokasi pertama yang menyelesaikan PHO secara keseluruhan.
“Dari 19 lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang ada di Jawa Timur, yang pertama PHO keseluruhan adalah Sekolah Rakyat Surabaya. Untuk sekarang sudah tidak ada pekerjaan, hanya pemeliharaan selama setahun dan menunggu pekerjaan proyek baru lagi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Pertama (SMP) Sekolah Rakyat Surabaya, Dwi Prasetyo, menyampaikan jumlah peserta didik saat ini mencapai 360 siswa. Rinciannya terdiri dari 27 siswa SD, 116 siswa SMP, dan 117 siswa SMA.
Menurut Dwi, jumlah peserta didik tersebut diperkirakan akan bertambah pada tahun ajaran berikutnya.
Penambahan jumlah siswa juga akan diikuti dengan penambahan tenaga pengajar.
“Dari jumlah tersebut tentunya akan bertambah pada jenjang ajaran baru tahun berikutnya bersamaan dengan pertambahan jumlah gurunya.
Sedangkan kapasitas Sekolah Rakyat di Surabaya ini mampu menampung sekitar 1.000 siswa,” terang Dwi.
Di sisi lain, Wakil Kepala Sekolah Rakyat Surabaya Bidang Kurikulum, Aminatul Nasibah, mengatakan terdapat satu siswa yang mengundurkan diri pada tahun ajaran baru ini dan memilih melanjutkan pendidikan di sekolah lain.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan permintaan dari orang tua siswa karena belum siap berpisah dan tinggal jauh dari anaknya.
Lebih lanjut, Ima menyampaikan bahwa jumlah tenaga pengajar di Sekolah Rakyat Surabaya saat ini sebanyak 34 orang. Tenaga pengajar tersebut terdiri dari 16 guru untuk jenjang SMA beserta satu kepala sekolah, serta 15 guru tamu untuk jenjang SMP. Selain itu, terdapat guru tambahan untuk mata pelajaran Bahasa Jepang dan Bahasa Arab di jenjang SMA.
Ima menegaskan, proses rekrutmen peserta didik Sekolah Rakyat dilakukan secara resmi dan sepenuhnya melalui Dinas Sosial sesuai dengan kriteria serta persyaratan yang telah ditentukan.
“Di Sekolah Rakyat tidak ada istilah titipan atau yang lain sejenisnya. Semuanya benar-benar memenuhi ketentuan dan syarat, yaitu penerima PKH dari Desil 1 dan Desil 2 sebagai prioritas syarat masuk Sekolah Rakyat,” tegasnya. (bn/hd)

