Rehabilitasi Madrasah PHTC Jatim 11 Berjalan Sesuai Rencana, Target PHO Agustus 2026
JATIM, lintasskandal com — Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi madrasah dalam program PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) Jawa Timur 11 menunjukkan perkembangan positif meski sempat mengalami deviasi progres minus.
Memasuki minggu ke-16 pada April 2026, capaian progres fisik proyek dilapangan tercatat sebesar 19 persen. Angka tersebut masih berada di bawah rencana kumulatif sebesar 26 persen atau mengalami deviasi minus sekitar 8 persen.
Penanggung jawab lapangan dari PT Cipta Adhi Guna, Asbun, menjelaskan bahwa secara teknis pelaksanaan pekerjaan di lapangan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Secara teknis, pekerjaan di lapangan berjalan lancar tanpa hambatan signifikan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, bahwa progres pekerjaan di Kabupaten Sampang, Madura telah mencapai 19 persen, sementara capaian keseluruhan di 15 lokasi proyek berada di angka 15 persen.
Menurutnya, deviasi minus tersebut terjadi akibat perubahan rencana kerja. Awalnya proyek dirancang sebagai rehabilitasi gedung sekolah, namun setelah evaluasi lapangan diputuskan menjadi rekonstruksi total, mulai dari pembongkaran hingga pembangunan ulang.

“Perubahan dari rehabilitasi menjadi rekonstruksi tersebut membuat progres terlihat minus. Namun jika addendum pekerjaan sudah dimasukkan, sebenarnya progres di lapangan justru surplus sekitar 2 persen,” jelasnya.
Asbun menambahkan, secara administratif perubahan atau addendum tersebut belum sepenuhnya tercatat, sehingga realisasi progres masih terlihat tertinggal dari rencana. Dan saat ini semua sarana matrial pendukung sudah ready di gudang tinggal tancap gas pekerjaan dilapangan saja.
Terkait pelaksanaan serah terima pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO), ia menyebutkan akan dilakukan secara parsial per lokasi. Hal ini dilakukan agar bangunan yang telah selesai dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Jika ada gedung yang selesai lebih dulu, akan langsung dilakukan PHO agar bisa segera digunakan,” katanya.
Meski dilakukan bertahap, jadwal PHO keseluruhan proyek tetap ditargetkan pada Agustus 2026.
Ia juga mengungkapkan, ada salah satu lokasi bahkan telah mencapai progres 48 persen, jauh di atas rencana awal sebesar 16 persen. Hal ini didukung oleh kerja sama yang baik antara pelaksana proyek dan pihak sekolah.
Untuk mempercepat pengerjaan, pihaknya telah mengerahkan sekitar 160 tenaga kerja di lapangan selain staff dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.
Ruang lingkup pekerjaan proyek ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari pembongkaran bangunan lama, pekerjaan tanah dan struktur beton, pembesian, pemasangan dinding dan lantai, hingga pemasangan atap menggunakan rangka baja ringan (high steel) dan penutup atap bitumen onduline.
Selain itu, juga dilakukan pemasangan keramik dan pengecatan akhir.
Sementara itu, Manager Konsultan (MK) PT Cipta Adhi Guna, Iwan, memastikan seluruh pekerja telah mematuhi standar keselamatan kerja dengan menggunakan perlengkapan sesuai ketentuan.
Di sisi lain, Bendahara Komite Sekolah salah satu Madrasah Tsanawiyah penerima program, Samuel, menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah melalui Kementerian PUPR dan Satker Prasarana Strategis Jawa Timur.
“Kami sangat bersyukur atas pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah ini,” ujarnya.
Ia berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya sehingga mampu meningkatkan kenyamanan serta semangat belajar siswa.
Diketahui, proses tender proyek ini diikuti oleh sekitar 78 perusahaan jasa konstruksi nasional, dengan 11 perusahaan yang lolos hingga tahap evaluasi akhir. PT Cipta Adhi Guna kemudian ditetapkan sebagai pemenang tender dengan nilai penawaran sebesar Rp18,7 miliar untuk pengerjaan di 15 lokasi.
Dengan progres yang terus berjalan, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Jawa Timur. (bn)

