Pembangunan SR Jawa Timur 1 di Gresik di Kebut, Progres Capai 60, 45 Presen
GRESIK, lintasskandal.com –
Dalam rangka melaksanakan program percepatan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk peningkatan progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 1 di Gresik terus dikebut.
Hingga Per 22 Mei 2026 atau memasuki minggu ke- 26, progres proyek pembangunan sekolah rakyat Jawa timur 1 di Gresik tercatat mencapai 60,45 persen.

Yan Kristian, koordinator wilayah pembangunan sekolah rakyat Jawa Timur 1 di Gresik PT Waskita Karya CAG-KSO mengatakan, bahwa untuk mempercepat pekerjaan di lapangan, pihaknya akan menambah manpower yaitu dengan menambah jumlah tenaga kerja serta menambah alat serta menerapkan sistem kerja dua shift siang dan malam hingga pukul 02 WIB malam dini hari.
“Untuk memenuhi target percepatan, saat ini kami telah mempekerjakan sekitar 617 pekerja dengan sistem kerja non stop hingga jam 02 malam dini hari. Untuk memenuhi target percepatan, saat ini kami telah mempekerjakan sekitar 617 pekerja dengan sistem kerja non stop. Dari jumlah karyawan tersebut masih berpotensi bertambah sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan.

Yan Kristian menjelaskan, bahwa kontrak pembangunan dimulai sejak akhir Nopember 2025 dengan target Provisional Hand Over (PHO) pada akhir Juni 2026. Namun, adanya instruksi percepatan percepatan dari presiden Prabowo Subianto membuat pihaknya harus bekerja lebih keras agar proyek dapat selesai lebih cepat dari jadwal.
“Dengan adanya program percepatan dari Presiden Prabowo Subianto, kami berupaya maksimal agar proyek ini bisa selesai sebelum Juni 2026,” katanya.
Disaat, pekerjaan masih berada pada tahap awal, progres pekerjaan di lapangan masih belum tampak nyata bobotnya, dikarenakan pekerjaan di lapangan masih meliputi persiapan lahan, pengurugan, pematangan lahan, serta mobilisasi alat berat. Hal ini membuat serapan progres bobot material utama belum maksimal sehingga capaian progres masih mengalami deviasi minus tipis. Meski demikian, secara keseluruhan proyek tetap berada pada jalur yang direncanakan.
“Untuk target awal pekerjaan masih on the track dengan deviasi minus tipis,” tambahnya.
Yan Kristian menegaskan, bahwa seluruh pekerjaan di lapangan sudah memasuki tahap pemasangan penutup atap, arsitektur dan Mekanikal.
Sedangkan dari sejumlah material keramik, mortal, bata, hingga penutup atap telah tersedia di gudang.
“Semua material pendukung sudah ready, tinggal percepatan pekerjaan di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk mendukung proyek pembangunan sekolah rakyat di Gresik kabupaten ini, pemerintah daerah sendiri telah menyiapkan lahan seluas sekitar 6,5 hektare untuk pembangunan kompleks Sekolah Rakyat tahap II di Gresik ini.
” Khusus sekolah rakyat yang berada di Gresik ini yang ada kolam penampungan air. Sehingga lahan yang disediakan oleh pemerintah Kabupaten Gresik terkesan sempit karena adanya kolam penampungan air di area komplek sekolah rakyat ini. Ujar Yan Kristian
Lebih lanjut, Yan Kristian mengatakan bahwa nantinya sekolah rakyat ini dirancang sebagai sekolah terpadu berbasis boarding school yang mencakup tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 1008 siswa
Masing-masing jenjang akan dilengkapi gedung dua lantai untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, proyek juga mencakup pembangunan berbagai fasilitas penunjang seperti asrama siswa, asrama guru, kantin terpisah, dapur, gudang, hingga rumah susun (rusun) guru.
Tak hanya itu, fasilitas pendukung lainnya juga akan dibangun, seperti masjid, guest house, lapangan sepak bola, serta lapangan basket.
“Konsepnya adalah boarding school sesuai gagasan Presiden, sehingga siswa dapat tinggal dan belajar dalam satu kawasan terintegrasi,” terang Yan Kristian
Diakhir, Yan Kristian menambahkan bahwa pemerintah Kabupaten Gresik menyambut baik dan mendukung program pembangunan sekolah rakyat yang berada di Gresik ini. Untuk itu pemerintah Kabupaten Gresik akan membangun jalan akses menuju sekolah rakyat sepanjang kurang lebih 150 meter dan dilanjutkan paving disekitar sekolah rakyat.
Di sisi lain, Umiyati (45) warga setempat menyambut baik pembangunan sekolah tersebut. Ia berharap Sekolah Rakyat ini benar-benar memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
“Harapannya sekolah ini benar-benar gratis tanpa pungutan liar, sehingga bisa membantu masyarakat kecil,” ujarnya.
Diketahui, proyek pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Timur 1 ini merupakan hasil lelang yang diikuti 61 perusahaan konstruksi nasional, dengan tiga perusahaan yang lolos hingga tahap evaluasi akhir.
PT Waskita karya CAG- KSO akhirnya ditetapkan sebagai pemenang tender dengan nilai penawaran sebesar Rp1.165.669.943.886,00 triliun untuk lima lokasi di lima kabupaten di Jawa Timur.
Proyek strategis ini diharapkan menjadi tonggak pemerataan akses pendidikan berkualitas di Jawa Timur sekaligus menjadi model pengembangan Sekolah Rakyat berbasis asrama di Indonesia. (bn)

