Pasar Murah ke-139 Digelar di Mojokerto, Pemprov Jatim Tekan Harga Bapok dan Jaga Daya Beli

Img 20260919 wa0003

MOJOKERTO, lintasskandal.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggelar pasar murah untuk menekan harga kebutuhan bahan pokok (bapok) sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Kali ini, Pasar Murah digelar di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, dan menjadi pelaksanaan ke-139 sepanjang 2026.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah digelar secara berkeliling agar akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau semakin luas.

“Harapannya, keterjangkauan itu bisa kita dekatkan, sekaligus memberikan ruang untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Ini juga bagian dari upaya stabilisasi harga dan inflasi,” kata Khofifah usai meninjau pelaksanaan pasar murah didampingi Bupati Mojokerto.

Menurut Khofifah, langkah tersebut sekaligus memperkuat upaya pemerintah kabupaten dan kota dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Pemprov Jatim, kata dia, berupaya melapisi sekaligus memperkuat intervensi yang telah dilakukan pemerintah daerah.

“Kita melapisi apa yang sudah dilakukan kabupaten dan kota, serta mensubstitusi apa yang mungkin bisa kita kuatkan,” ujarnya.
Intervensi harga terlihat dari sejumlah komoditas yang dijual di bawah harga pasar tradisional. Minyak goreng, misalnya, dipatok Rp13.000 per liter, sementara harga di pasar tradisional dapat mencapai sekitar Rp17.000 per liter.

Gula pasir juga dijual Rp14.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.500 per kilogram. Tak hanya minyak goreng dan gula, pasar murah tersebut turut menyediakan telur, daging ayam, beras SPHP, hingga buah. Harga sejumlah komoditas juga disebut berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pasar Murah ke-139 ini menjadi bagian dari langkah Pemprov Jatim menjaga stabilitas harga bapok. Selain meringankan beban pengeluaran masyarakat, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat daya beli dan mendukung pengendalian inflasi di Jawa Timur. (red)

Leave a Reply