Sidak Gedung HD RSUD Sidoarjo Barat, Mimik Soroti Keterlambatan 13 Persen dan Tegaskan Material Tak Sesuai Harus Ditolak

Img 20260930 wa0012

SIDOARJO, Lintasskandal.com – Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana SAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan Gedung Hemodialisis (HD) Lantai 2 RSUD Sidoarjo Barat, Rabu (30/9/2026).

Dalam sidak tersebut, Mimik menyoroti progres pembangunan yang mengalami keterlambatan hingga 13 persen dari target.
Sidak dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sekaligus mengecek langsung material yang digunakan dalam proyek yang dibiayai melalui APBD tersebut.
Mimik memeriksa sejumlah material konstruksi, mulai dari besi, beton, hingga material pendukung lainnya. Ia menegaskan material yang tidak memenuhi spesifikasi tidak boleh digunakan dan harus segera diganti.

“Karena ini menggunakan anggaran APBD, di mana anggaran APBD ini adalah dari dan untuk masyarakat, jadi kalau membangun harus kualitasnya benar-benar sesuai spesifikasi. Tidak boleh asal-asalan,” tegas Mimik.
Ia juga meminta pengawas proyek lebih ketat dalam memastikan setiap material memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Menurutnya, pengawasan tidak boleh sebatas formalitas.

“Pengawas harus mengawasi yang benar. Kalau tidak sesuai spesifikasi, bilang dan tolak! Kita pastikan material seperti besi sudah SNI, mutu beton uji tarik dan tekannya terpenuhi, dan pengerjaan dilakukan maksimal,” ujarnya.

Selain kualitas material, Mimik turut menyoroti keterlambatan pembangunan. Progres pekerjaan disebut masih tertinggal 13 persen dari target 35 persen yang seharusnya telah dicapai.

Pihak pelaksana menjelaskan keterlambatan dipengaruhi pengadaan sejumlah material pendukung, seperti angkur dan scaffolding, yang baru tersedia belakangan. Sementara material utama disebut sudah tersedia di lokasi.
Mimik meminta keterlambatan tersebut segera dikejar. Pihak pelaksana akan menambah tenaga kerja dan jam lembur agar pekerjaan dapat dipercepat.
“Saya cek secara langsung mulai dari materialnya, sudah SNI semuanya. Sudah sesuai spesifikasi semuanya, cuman ada keterlambatan.

Baca juga :  Hadiri HUT ke-63 PWRI, Wabup Mimik Apresiasi dan Ajak PWRI Aktif Kontribusi Pembangunan Sidoarjo

Keterlambatan 13% dari target 35% pekerjaan yang harus diselesaikan, tapi insya Allah akhir Desember 2026 ini sudah selesai semua dan akan dikejar dengan penambahan pekerja, penambahan jam lembur, serta ketersediaan material,” ungkapnya.
Dalam sidak tersebut, Mimik juga meninjau sejumlah bagian bangunan, termasuk area yang nantinya menjadi penghubung antara gedung lama dan gedung lantai 2 melalui skybridge.

Tak hanya konstruksi, ia memberikan masukan mengenai penataan lingkungan sekitar gedung. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain pedestrian, ruang terbuka, masjid, hingga pemilihan tanaman agar tidak mengganggu bangunan maupun fasilitas di sekitarnya.(red)

Leave a Reply