Meutya Hafid Apresiasi Perisai Anak Jatim, Platform Digital Dituntut Utamakan Keamanan Anak

Img 20261022 wa0008

SURABAYA, Lintassskandal com
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid, menegaskan pentingnya tanggung jawab platform digital dalam melindungi anak dari perundungan, eksploitasi, dan konten berbahaya. Penegasan ini disampaikan di tengah upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat pelindungan anak melalui program Perisai Anak.

Meutya mengapresiasi Pemprov Jatim bersama 38 kabupaten/kota yang menggelar deklarasi dan edukasi publik serentak bertema Tumbuh Aman di Ruang Digital, Kamis (22/10/2026). Apresiasi tersebut disampaikan melalui sambutan terekam dalam kegiatan tersebut.

“Saya mengapresiasi Pemprov Jatim bersama 38 kabupaten dan kota (di Jawa Timur) atas pelaksanaan deklarasi dan edukasi publik secara serentak untuk pelindungan anak di ruang digital melalui program Perisai Anak,” ungkapnya.
Menurut Meutya, anak berhak mendapatkan lingkungan digital yang aman agar dapat belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi tanpa terancam berbagai risiko di internet. Karena itu, pelindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan orang tua, tetapi juga membutuhkan tanggung jawab penyedia layanan digital.

Komitmen tersebut diperkuat melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi ini menegaskan pentingnya pelindungan anak dalam penyelenggaraan sistem elektronik, termasuk melalui prinsip safety by design atau penerapan keamanan sejak layanan dirancang.
“Pemerintah berkomitmen memperkuat pelindungan anak di ruang digital dengan menegaskan tanggung jawab platform digital melalui penyediaan layanan yang aman sejak dirancang (safety by design),” ujarnya.

Meutya juga mendorong agar Perisai Anak yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur tidak berhenti sebagai deklarasi seremonial. Program tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Kolaborasi lintas pihak dinilai penting untuk membangun kebiasaan digital yang sehat sekaligus memastikan anak memperoleh pendampingan saat menggunakan teknologi. Dengan demikian, upaya pelindungan tidak hanya berfokus pada pencegahan risiko, tetapi juga menciptakan ruang digital yang mendukung tumbuh kembang anak.

Baca juga :  Mantan Wali Kota Bandung Yana Mulyana Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin

“Dari Jawa Timur kita perkuat langkah bersama untuk melindungi anak-anak Indonesia. Mari kita wujudkan komitmen ‘Tumbuh Aman di Ruang Digital’ agar setiap anak dapat bermain, belajar, dan meraih masa depannya dengan aman,” jelasnya.
Melalui gerakan Perisai Anak, Pemprov Jatim bersama 38 kabupaten/kota diharapkan mampu menerjemahkan deklarasi menjadi tindakan nyata. Konsistensi edukasi publik, pendampingan anak, serta penerapan tanggung jawab platform digital menjadi kunci agar keamanan anak di ruang digital tidak berhenti pada komitmen, tetapi benar-benar terlaksana. (red)

Leave a Reply