Iskandar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum SWI 2026–2031 di Munas Perdana Boyolali

Img 20260521 151414

BOYOLALI, lintasskandal.com — Setelah lebih dari dua tahun dipimpin pelaksana tugas (Plt), Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) akhirnya memiliki ketua umum definitif. Dalam Musyawarah Nasional (Munas) I SWI yang digelar di Front One The Andia Boyolali, Selasa–Rabu (19–20/5/2026), Iskandar, S.Sos resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum SWI periode 2026–2031.

Img 20260521 wa0060Munas perdana SWI tersebut dihadiri jajaran DPW dan DPD SWI dari berbagai daerah di Indonesia. Jalannya sidang berlangsung dinamis dengan sejumlah perdebatan yang cukup alot, namun tetap terkendali hingga menghasilkan keputusan organisasi.
Sidang pemilihan dipimpin oleh A. Mukhlis Renaldi.

Dalam proses penjaringan calon ketua umum, muncul dua nama kandidat. Namun, satu calon dinyatakan gugur karena tidak memenuhi tahapan dan persyaratan yang telah ditetapkan panitia.

Img 20260521 151340

Bendera merah putih secara simbolis sepanjang 1000 meter

Dengan demikian, Iskandar menjadi calon tunggal dalam pemilihan. Meski hanya menyisakan satu kandidat, forum tetap melanjutkan proses sesuai tata tertib melalui mekanisme voting.

Hasilnya, Iskandar memperoleh dukungan mutlak sebanyak 54 suara, sementara tujuh peserta memilih abstain.

Pimpinan sidang kemudian menetapkan dan mengukuhkan Iskandar sebagai Ketua Umum SWI definitif untuk masa bakti 2026–2031.

Dalam pidato perdananya, Iskandar menegaskan komitmennya membangun organisasi yang solid serta meningkatkan kesejahteraan anggota SWI di seluruh Indonesia.

“Kami bisa duduk di sini karena rekan-rekan semua. Amanah ini akan saya jalankan semaksimal mungkin di sisa umur hidup saya. Mari SWI kita bawa bersama, dari kita untuk kita,” ujar Iskandar di hadapan peserta Munas.

Ia juga menyampaikan tekad besar untuk membawa SWI sejajar dengan organisasi pers nasional lainnya, termasuk menjadi organisasi konstituen Dewan Pers. Sebagai bentuk keseriusannya, Iskandar mengaku telah menyiapkan kantor sekretariat SWI di wilayah Jabodetabek.
“Saya sudah menyiapkan kantor untuk SWI,” tegasnya.

Baca juga :  Bupati Sidoarjo bersama Forkopimda Musnahkan Barang Bukti Tindak Kejahatan

Paparan visi, misi, serta rencana penguatan sarana organisasi yang disampaikan Iskandar mendapat sambutan positif dari peserta Munas. Sosoknya dinilai memiliki kapasitas, ketegasan, sekaligus pendekatan yang bersahaja dalam memimpin organisasi.
Sementara itu, Ketua DPW SWI Jawa Timur, Hadi Martono, S.H., menyebut dinamika yang terjadi selama Munas merupakan bagian sehat dari proses demokrasi organisasi.

Menurutnya, perdebatan yang berlangsung justru menunjukkan bahwa SWI adalah organisasi yang hidup dan memiliki semangat membangun kepemimpinan yang kredibel.

“Baru kali ini saya mengikuti Munas. Meskipun diwarnai dinamika dan perdebatan cukup sengit, justru organisasi ini terlihat hidup. Hidup SWI, SWI Jaya,” kata Hadi.

Ia berharap kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) SWI yang baru mampu menjaga integritas dan memperkuat soliditas organisasi ke depan.

“Saya yakin ke depan SWI akan semakin solid,” tambahnya.
Selain agenda persidangan, Munas I SWI juga diwarnai kegiatan simbolis pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter. Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan desa penggerak ketahanan pangan serta melibatkan perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, dan Forkopimda Boyolali.
Munas perdana ini menjadi tonggak penting bagi SWI dalam memperkuat konsolidasi internal organisasi sekaligus mempertegas peran wartawan anggota di berbagai daerah.

Dengan kepemimpinan definitif yang baru, SWI kini bersiap menata organisasi dan menyusun program kerja strategis untuk lima tahun ke depan. (red)

Leave a Reply