Gubernur Khofifah Ajak Warga Perbanyak Syukur: Jangan Terus Melihat ke Atas

Img 20260519 203838

SURABAYA, lintasskandal.com –
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak masyarakat untuk terus memperbanyak rasa syukur dalam menjalani kehidupan. Pesan itu disampaikan saat melaunching inovasi pelayanan publik Omah Terapi-KU di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo, Selasa (19/5/2026).

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa rasa syukur lahir dari cara seseorang memandang kehidupan. Menurutnya, manusia akan lebih mudah bersyukur ketika melihat bahwa masih banyak orang lain yang menghadapi kondisi lebih berat.

Ia menggambarkan, orang yang mengendarai motor akan merasa beruntung ketika melihat orang lain harus bepergian menggunakan sepeda. Sementara pemilik sepeda juga patut bersyukur karena masih memiliki kendaraan dibanding mereka yang harus berjalan kaki.
“Ketika yang berjalan kaki melihat ada saudaranya yang harus menggunakan kursi roda, maka dia akan bersyukur karena masih diberi kemampuan berjalan dengan kedua kaki,” ujar Khofifah.

Tidak berhenti di situ, Khofifah mengatakan bahkan pengguna kursi roda pun masih memiliki alasan untuk bersyukur ketika melihat jenazah yang sedang diantar ke pemakaman. Sebab, Allah SWT masih memberikan kesempatan hidup dan umur panjang.
Menurutnya, kebiasaan terus membandingkan diri dengan orang yang lebih tinggi secara materi hanya akan membuat seseorang merasa kurang. Ia mencontohkan orang yang telah memiliki kendaraan mewah, namun tetap merasa tidak puas karena melihat orang lain memiliki fasilitas lebih baik.

“Kalau kita melihat ke bawah, maka yang muncul adalah syukur nikmat. Tetapi kalau terus melihat ke atas tanpa rasa syukur, maka nikmat itu tidak akan pernah terasa cukup,” katanya.

Khofifah juga mengingatkan pesan dalam Al-Qur’an bahwa Allah SWT akan menambah nikmat bagi hamba yang bersyukur, sementara kufur nikmat akan mendatangkan azab.
“Semoga kita semua dijauhkan dari kufur nikmat dan menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur,” tuturnya.

Baca juga :  Satreskrim Polres Malang Berhasil Bongkar Jaringan Pemalsu Beras Bulog Jadi Kemasan Premium

Pada kesempatan tersebut, Khofifah turut mengenang perjalanan hidupnya sejak kecil hingga dipercaya memimpin Jawa Timur untuk periode kedua. Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana dan pernah berjualan es lilin saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
Perjalanan hidup itu kemudian membawanya menjadi anggota DPR RI selama empat periode, Menteri Pemberdayaan Perempuan pada era Presiden Abdurrahman Wahid, Kepala BKKBN, Menteri Sosial pada masa Presiden Joko Widodo, hingga akhirnya kembali dipercaya menjadi Gubernur Jawa Timur.

“Kadang kita tidak sadar bahwa perjalanan hidup yang Allah berikan itu luar biasa. Kalau direnungkan, semuanya adalah nikmat yang wajib disyukuri,” ungkapnya.
Khofifah juga mengutip Surah Ar-Rahman ayat “Fabiayyi ala’i rabbikuma tukadzdziban” yang berarti “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.” Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat agar manusia tidak lupa bersyukur atas seluruh nikmat yang diberikan Allah SWT.

Di akhir sambutannya, Khofifah berharap masyarakat Jawa Timur senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan kenikmatan hidup. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian sosial, termasuk menyantuni anak yatim.
Menurutnya, Rasulullah SAW menjanjikan kedekatan dengan beliau di surga bagi orang-orang yang mencintai dan mengasihi anak yatim.
“Mudah-mudahan kita semua masuk surganya Allah dan dikumpulkan bersama Rasulullah SAW,” pungkasnya. (red)

Leave a Reply