Pembangunan SR Pacitan Tahap Finishing, Per 20 Juli PHO Parsial
PACITAN, lintasskandal com –
Proyek strategis nasional pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 2 di Kabupaten Pacitan kini telah memasuki tahap akhir pengerjaan atau finishing. Hingga tanggal 24 Juni 2026 atau minggu ke-27 pelaksanaan, progres proyek tercatat telah mencapai 83,928 persen.
Koordinator Engineering PT Brantas Abipraya, Fadrian, mengatakan bahwa secara umum pekerjaan dilapangan masih berjalan sesuai rencana meski terdapat deviasi minus tipis akibat penyesuaian di lapangan. Namun demikian, ia menegaskan proyek tetap on track dan kini fokus pada tahap finishing dan kerapihan. “Secara keseluruhan progres masih sesuai perencanaan.

Lebih lanjut, Fadrian mengatakan bahwa untuk percepatan penyelesaian pekerjaan di lapangan terus dikebut untuk mengejar target penyelesaian, pihak kontraktor melakukan sejumlah langkah percepatan, di antaranya penambahan tenaga kerja hingga sekitar 1.193 orang di luar staf. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan lapangan.

Kontrak awal pembangunan sekolah ini ditandatangani pada pertengahan Desember 2025 dan mulai aktivitas normal pada April 2026 dengan rencana Provisional Hand Over (PHO) pada 16 Agustus 2026. Namun, terdapat program percepatan dari Kementerian PU
yang menargetkan penyelesaian secara parsial.
” Untuk pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Pacitan ini Per tanggal 20 Juli 2026 kami sudah persiapkan untuk PHO parsial yaitu bangunan gedung SMP dan bangunan gedung SMA serta bangunan gedung asrama putra berkapasitas untuk 420 siswa putra. Juga bangunan Dapur dan Kantin siap untuk di fungsikan.

Selain itu, juga ada bangunan fisik gedung rumah ibadah dan guest house. Dan untuk semua item pekerjaan kami targetkan pada tanggal 16 Juli 2026 bisa PHO keseluruhan. Terang Fadrian
Masih menurut Fadrian, bahwa proses pengerjaan proyek pembangunan sekolah rakyat di kabupaten Pacitan menggunakan pondasi pancang karena potensi rentan gempa. Sehingga hal tersebut cukup makan banyak waktu.
Fadrian juga mengatakan bahwa, kompleks pendidikan dirancang sebagai sekolah terpadu berbasis asrama (boarding school) yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 1.000 siswa.
Seluruh gedung utama, termasuk sekolah dan asrama siswa maupun guru, dibangun dua lantai. Sementara bangunan pendukung seperti kantin, masjid, rumah ibadah dan guest house dibuat satu lantai. Untuk penutup atap, gedung utama menggunakan genteng berbasis ringan UPVC.
Menurut pihak proyek, perubahan desain awal sempat menjadi tantangan di awal pengerjaan, namun tidak menimbulkan kendala signifikan secara teknis.
Selain fasilitas gedung utama, juga ada sarana penunjang fasilitas olahraga lainnya meliputi lapangan mini socker, lapangan bola voli dan bola basket.
Sementara itu, Kahfi Site QHSSE Manager PT Brantas Abipraya mengatakan, bahwa pihaknya berkewajiban dan tidak bosan setiap hari memperingatkan kepada seluruh pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap semua yang berkaitan dengan rambu – rambu keamanan dan K3. Ujarnya
Lebih lanjut, Kahfi mengatakan bahwa untuk mendukung program strategis nasional pembangunan sekolah rakyat di kabupaten Pacitan. Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan lahan seluas 7,7 hektare
Sementara itu, warga Kelurahan Sidoharjo, Darmaji (51), menyambut baik keberadaan Sekolah Rakyat tersebut. Ia berharap program ini benar-benar memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
“Harapannya sekolah ini benar-benar gratis tanpa pungutan liar, sehingga bisa membantu masyarakat kecil,” ujarnya. (red)

