Progres Proyek Strategis Nasional SR di Nganjuk Melesat, Sekolah Rakyat Diharapkan Buka Juli 2026

Img 20260625 wa0017

NGANJUK,  lintasskandal.com – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 2 di Kabupaten Nganjuk terus dipacu untuk memenuhi target percepatan yang ditetapkan pemerintah pusat. Hingga 24 Juni 2026 atau memasuki minggu ke-27 pelaksanaan, progres pekerjaan telah mencapai 87 persen dan diproyeksikan menembus 90 persen pada minggu berikutnya.

Site Quality Manager PT Brantas Abipraya (Persero), Muklis, mengatakan percepatan proyek dilakukan melalui penambahan tenaga kerja serta penerapan sistem kerja long shift hingga malam hari.

Img 20260625 wa0016

“Untuk memenuhi target percepatan, saat ini kami mempekerjakan 739 orang pekerja di luar staf. Jumlah tersebut masih dapat bertambah menyesuaikan kebutuhan pekerjaan di lapangan,” ujarnya.

Menurut Muklis, kontrak pembangunan telah dimulai sejak pertengahan Desember 2025. Namun, pekerjaan konstruksi baru berjalan efektif setelah proses penyiapan lahan dan pekerjaan awal selesai dilakukan.

Img 20260625 wa0015(1)

Semula proyek tersebut ditargetkan mencapai Provisional Hand Over (PHO) pada pertengahan Agustus 2026. Namun, program percepatan pembangunan yang menjadi perhatian pemerintah pusat mendorong pelaksana proyek untuk mempercepat penyelesaian.

“Dengan adanya program percepatan tersebut, kami berupaya maksimal agar proyek ini dapat selesai dan dimanfaatkan lebih cepat,” katanya.

Ia menjelaskan, pada tahap awal pembangunan progres pekerjaan sempat terlihat lambat karena fokus pada pekerjaan dasar seperti timbunan lahan dan pemasangan pondasi pancang. Meski sempat mengalami deviasi minus tipis, secara keseluruhan proyek masih berada pada jalur yang direncanakan

Img 20260625 wa0018

Nantinya, Sekolah Rakyat Jatim 2 di Nganjuk akan mengusung konsep sekolah terpadu berbasis asrama (boarding school) yang melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa.
Setiap jenjang pendidikan akan dilengkapi gedung belajar dua lantai.

Selain itu, kawasan sekolah juga akan memiliki asrama siswa dan guru, kantin terpisah, dapur umum, gudang, hingga rumah susun guru sebagai fasilitas penunjang.
Keberadaan sekolah tersebut disambut positif masyarakat sekitar. Warga Desa Balonggebang, Sumarji (45), berharap Sekolah Rakyat benar-benar menjadi sarana pendidikan gratis dan berkualitas bagi keluarga kurang mampu.

Baca juga :  Satgas TMMD ke-120, Takjiah di Rumah Warga Desa Penambangan

“Harapannya sekolah ini benar-benar gratis tanpa pungutan liar, sehingga bisa membantu masyarakat kecil,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan Miyadi (53), warga Desa Pandean, Kecamatan Gondang. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat akan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayahnya yang selama ini harus bersaing ketat untuk masuk sekolah negeri dan menempuh jarak cukup jauh untuk melanjutkan pendidikan.

“Semoga sekolah ini bisa membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan yang lebih mudah dijangkau dan berkualitas,” katanya.

Dengan progres yang terus meningkat, Sekolah Rakyat Nganjuk diharapkan menjadi salah satu proyek percontohan pemerataan akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat konsep pendidikan berbasis asrama yang tengah dikembangkan pemerintah di berbagai daerah. (red)

Leave a Reply