Khofifah Tantang Pemuda Jatim Buktikan Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata, SNBT Madura Melonjak 33 Persen
SURABAYA, Lintassskandal.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menantang generasi muda tidak berhenti pada semangat nasionalisme, tetapi membuktikannya melalui kerja nyata, kepedulian sosial, dan solidaritas.
Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Pamekasan, Rabu (28/10/2026).
Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan peran generasi muda dalam menjawab tantangan zaman. Menurut Khofifah, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pemudanya, tetapi juga oleh manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
“Rawat solidaritas dan persaudaraan, karena masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa hebat generasi mudanya, tapi juga oleh seberapa besar manfaat yang dapat mereka hadirkan bagi sesama,” tutur Khofifah.
Ia menegaskan, semangat patriotisme harus diwujudkan melalui pengabdian, kegigihan melalui kemauan belajar dan bekerja keras, serta empati melalui sikap menghormati perbedaan dan kepedulian terhadap sesama.
Pemilihan Pamekasan sebagai lokasi upacara juga memiliki nilai historis. Kabupaten tersebut merupakan tanah kelahiran Mohammad Tabrani Soerjowitjitro, tokoh yang terlibat dalam Kongres Pemuda Pertama pada 1926 dan mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Di bidang pendidikan, Khofifah menyoroti upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Madura melalui program Mama Mau Naik Kelas atau Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas.
Hasilnya terlihat dari peningkatan jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Pamekasan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 33,02 persen, disusul Bangkalan 15,5 persen, Sumenep 10 persen, dan Sampang 8,5 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kemajuan akses pendidikan di Madura. Namun, peningkatan kualitas pendidikan tetap perlu diikuti penguatan kompetensi, daya saing, dan kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan.
Enam Daerah Raih Penghargaan Penggerak Bakti Pemuda peringatan Sumpah Pemuda ke-98 juga menjadi panggung apresiasi bagi pemerintah daerah yang dinilai aktif mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan.
Enam daerah menerima penghargaan Daerah Terbaik Penggerak Bakti Pemuda Jawa Timur berdasarkan bidang penggerakannya. Kota Surabaya meraih penghargaan bidang lingkungan, Kabupaten Lumajang bidang ekonomi, dan Kabupaten Tulungagung bidang digital.
Berikutnya, Kabupaten Bojonegoro mendapat penghargaan bidang kesehatan, Kota Mojokerto bidang sosial dan inklusif, serta Kabupaten Ngawi bidang seni dan budaya. Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga AFT Juanda mendapat penghargaan sebagai mitra strategis pemberdayaan dan pengembangan pemuda.
Pemprov Jatim juga memberikan penghargaan kepada tujuh penerima kategori Inovator Muda dan tujuh penerima kategori Inisiator Lokal. Penghargaan tersebut ditujukan untuk mengapresiasi anak muda yang menghadirkan gagasan, inovasi, serta inisiatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Rangkaian upacara berlangsung dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pembukaan UUD 1945, dan pembacaan teks keputusan Kongres Pemuda Indonesia. Suasana peringatan turut dimeriahkan penampilan marching band Gita Patria dari SMA Negeri 4 Pamekasan.
Sejumlah organisasi kepemudaan, pelajar, mahasiswa, atlet, Pramuka, serta berbagai unsur masyarakat juga mengikuti upacara tersebut.
Melalui momentum ini, Khofifah berharap semangat Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Solidaritas, kerja keras, dan kepedulian sosial harus menjadi gerakan nyata agar generasi muda Jawa Timur mampu meningkatkan kualitas diri sekaligus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

