Atasi Banjir Sidoarjo, Kapasitas Pompa Sekardangan Naik 5 Kali Lipat, Subandi Soroti Kualitas Proyek

Oplus 131072

SIDOARJO, Lintassskandal.com  – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperkuat upaya penanganan banjir menjelang musim hujan. Kapasitas rumah pompa Sekardangan ditingkatkan dari 50 liter per detik menjadi 250 liter per detik.

Namun, peningkatan kapasitas tersebut harus diimbangi dengan kualitas konstruksi dan kesiapan saluran pembuangan agar upaya mengurangi genangan berjalan optimal.
Bupati Sidoarjo H. Subandi meninjau langsung progres pembangunan dua rumah pompa, masing-masing di Jalan Jati depan Lippo Plaza dan Sekardangan, Senin (26/10/2026). Dalam sidak bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Sidoarjo itu, ia menekankan pentingnya pengawasan kualitas pekerjaan, bukan sekadar mengejar target penyelesaian.

Di lokasi rumah pompa Jalan Jati, Subandi menyoroti penggunaan material dan pengerjaan pasangan batu agar sesuai standar konstruksi. Ia meminta setiap bagian pekerjaan yang dinilai kurang baik segera diperbaiki sebelum proses serah terima.
“Secara progres, pekerjaan ini harus terus dikawal agar selesai tepat waktu. Namun, yang tidak kalah penting adalah kualitas pekerjaan dan material yang digunakan. Kalau ada bagian yang kurang baik, harus segera diperbaiki sebelum serah terima, sehingga tidak menimbulkan pekerjaan berulang,” tegasnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, progres pembangunan rumah pompa Jalan Jati telah melampaui target sebesar 10 persen. Meski demikian, Subandi mengingatkan bahwa capaian progres tidak boleh menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan proyek. Infrastruktur tersebut harus benar-benar berfungsi ketika curah hujan meningkat dan kawasan sekitar mulai terancam genangan.
Kapasitas Pompa Sekardangan Naik Lima Kali Lipat. Perhatian juga diarahkan ke pembangunan rumah pompa Sekardangan.

Kepala Dinas PUBM Kabupaten Sidoarjo Makhmud menjelaskan, progres pembangunan di lokasi tersebut mencapai 11 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 10 persen.
Pekerjaan meliputi pembangunan plengsengan dan rumah pompa. Kapasitas pompa ditingkatkan dari sebelumnya 50 liter per detik menjadi 250 liter per detik atau lima kali lipat dari kapasitas awal. Peningkatan tersebut diharapkan membantu mengurangi risiko banjir, terutama di wilayah Sidokare dan sekitarnya.

Baca juga :  UPT PJJ Kediri Gelar Pemeliharaan Jembatan Rangka Udanawu dan Jembatan Komposit Gerdon Laut

Air dari kawasan rawan genangan nantinya diarahkan menuju busem atau kolam penampungan sebelum dialirkan ke sungai.
Meski kapasitas pompa meningkat, sistem pengendalian banjir tetap membutuhkan dukungan saluran yang memadai. Karena itu, Pemkab Sidoarjo juga merencanakan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait pembangunan saluran crossing di Jalan Jati, yang berada di bawah kewenangan provinsi.

Saluran tersebut direncanakan mengalirkan air dari kawasan rawan banjir menuju busem atau kolam penampungan. Koordinasi lintas pemerintahan diperlukan agar pembangunan rumah pompa terhubung dengan sistem drainase yang mendukung kinerjanya.

Sebanyak 38 Rumah Pompa Disiapkan Tangani Banjir
Makhmud menyebutkan, penanganan banjir di Sidoarjo dilakukan melalui pembangunan dan perbaikan rumah pompa di sejumlah titik, antara lain kawasan Lippo, Banjarpoh, Sidokare, dan Sekardangan.

Secara keseluruhan, Kabupaten Sidoarjo memiliki 38 rumah pompa dengan kapasitas yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.
Dalam peninjauan di Sekardangan, Subandi juga meminta agar pembangunan embung dan rumah pompa memberikan manfaat lebih luas. Selain menampung air dan mengurangi risiko banjir, kawasan tersebut diharapkan dapat mendukung penataan lingkungan serta aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Harapannya, setelah persoalan banjir tertangani, UMKM di sekitar sini juga dapat beraktivitas dengan baik,” ujarnya.

Pemkab Sidoarjo berharap pembangunan kedua rumah pompa berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas. Tantangan berikutnya adalah memastikan pompa, embung, dan saluran drainase bekerja sebagai satu sistem sehingga peningkatan kapasitas infrastruktur benar-benar berdampak pada pengurangan genangan saat musim hujan.

Dengan pengawasan konstruksi dan koordinasi lintas kewenangan, upaya pengendalian banjir di kawasan Jalan Jati, Sekardangan, Sidokare, dan sekitarnya diharapkan semakin optimal. (zaq)

Leave a Reply