SRT I Nganjuk Tuntas 100 Persen, Siap Diresmikan Presiden Prabowo
NGANJUK, Lintassskandal com – Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kabupaten Nganjuk yang dikerjakan PT Brantas Abipraya telah rampung dengan progres fisik mencapai 100 persen. Penyelesaian ini sesuai dengan waktu pelaksanaan yang direncanakan dan menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan fasilitas pendidikan yang layak bagi masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.

Site Quality Manager (SQM) PT Brantas Abipraya saat memberikan keterangan terkait PHO nya pembangunan SRT I Kabupaten Nganjuk, Jawa timur . Senin (26/10/2026)
Site Quality Manager (SQM) Pembangunan SRT I Kabupaten Nganjuk, Muklis, mengatakan seluruh pekerjaan fisik telah diselesaikan melalui perencanaan, koordinasi, dan pengendalian pelaksanaan secara optimal.
“Alhamdulillah, secara keseluruhan progres fisik pembangunan SRT I Kabupaten Nganjuk telah mencapai 100 persen sesuai dengan waktu pelaksanaan yang direncanakan.
Kami berupaya memastikan kesiapan fasilitas pendidikan agar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serta proses belajar mengajar dapat terlaksana sesuai jadwal,” ujar Muklis, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, PT Brantas Abipraya juga mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Pacitan.

Muklis menambahkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut dijadwalkan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (28/10/2026).

SRT I Kabupaten Nganjuk berdiri di atas lahan seluas 5,2 hektare yang berlokasi di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Sekolah ini dirancang menampung hingga 1.000 peserta didik untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA), serta dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang kegiatan siswa.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Nganjuk, Zuana Nurul Huda menyampaikan bahwa saat ini SRT I Kabupaten Nganjuk menampung 187 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Untuk mendukung kegiatan pembelajaran, sekolah tersebut memiliki 35 guru dan 79 tenaga kependidikan.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Pihak sekolah juga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana yang tersedia sesuai kebutuhan operasional dan kegiatan pembelajaran. Selain pendidikan formal, berbagai pelatihan keterampilan dan program ekstrakurikuler disiapkan untuk membekali siswa dengan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah lulus.
“Harapannya, siswa yang sudah lulus dari Sekolah Rakyat tidak lagi bergantung kehidupannya pada orang tua. Bagi siswa yang tidak melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, mereka juga bisa mendapatkan pekerjaan,” ungkap Nurul Huda.
Ia berharap program tersebut dapat membantu siswa menjadi lebih mandiri, baik dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja. Dengan demikian, Sekolah Rakyat diharapkan turut mendukung cita-cita pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Dukungan terhadap keberadaan sekolah tersebut juga disampaikan Kepala Desa Balonggebang, Zaenal Abidin, 45. Ia berharap SRT I Kabupaten Nganjuk benar-benar menjadi sarana pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat, terutama keluarga kurang mampu.
“Harapannya sekolah ini benar-benar gratis tanpa pungutan liar, sehingga bisa membantu masyarakat kecil dan memutus mata rantai kemiskinan,” ujarnya.
Dengan rampungnya pembangunan SRT I Kabupaten Nganjuk, fasilitas pendidikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses belajar mengajar sekaligus membuka peluang bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik. (red)

