Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 3 di Kediri Lampaui Target, PHO Dipercepat

Img 20260512 wa0007

KEDIRI,
lintasskandal.com — Progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 3 di Kabupaten Kediri menunjukkan perkembangan positif. Hingga Per 12 Mei 2026 Minggu ke -22, Selasa (12/5/2026), capaian proyek telah menyentuh angka 60,968 persen atau melampaui target dengan surplus progres sebesar 1,665 persen.

Capaian Progres surplus positif tersebut, tidak lepas dari kerja tim manajemen proyek yang solid terus mempercepat pengerjaan di lapangan.

Img 20260512 wa0005

Deputi Project Manager PT Nindya Karya, Eko, mengatakan bahwa percepatan dilakukan sesuai instruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum agar proyek strategis nasional tersebut dapat selesai lebih cepat dari jadwal awal.

“Untuk mengejar target percepatan, kami menambah manpower, alat berat, serta mempercepat distribusi material ke lokasi proyek,” ujar Eko.

Img 20260512 wa0001

Ia menjelaskan, salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menghadirkan langsung Concrete Batching Plant (CBP) di area proyek.

Langkah tersebut dinilai efektif untuk memastikan suplai beton tetap tersedia sehingga pekerjaan pengecoran tidak mengalami hambatan.

“Dengan adanya CBP di lokasi, kami tidak mengalami keterlambatan suplai beton yang dibutuhkan untuk pekerjaan pengecoran,” katanya.

Selain itu, PT Nindya Karya juga menerapkan sistem kerja tiga shift, mulai siang, malam hingga pagi hari agar pekerjaan berjalan tanpa henti.

Menurut Eko, saat ini sebanyak 1.593 pekerja telah dikerahkan di luar staf manajemen proyek. Dari jumlah tersebut, sebanyak 945 tenaga kerja peralihan dari arsitektur. Seiring peralihan tahapan pembangunan dari struktur menuju penyelesaian arsitektural.

“Jumlah tenaga kerja masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan di lapangan. Hingga saat ini progres pekerjaan masih on the track, bahkan melampaui target yang direncanakan,” jelasnya.

Sementara itu, Site Operation Manager (SOM) proyek, Rahman, menuturkan bahwa pembangunan kini memasuki tahap pekerjaan arsitektur dan mekanikal. Seluruh material pendukung disebut sudah tersedia sehingga tim tinggal memfokuskan diri pada percepatan pekerjaan..

Baca juga :  Bentuk pengurus dan pengawas koperasi Desa Merah Putih, H. Selamet kades Jeruk purut gelar Musdesus

“Saat ini seluruh material pendukung pekerjaan di lapangan sudah ready. Tinggal kami fokuskan pada percepatan pekerjaan,” tutur Rahman.

Awalnya proyek Sekolah Rakyat Jatim 3 ditargetkan rampung melalui Provisional Hand Over (PHO) pada akhir Juli 2026. Namun, adanya instruksi percepatan dari pemerintah pusat membuat target penyelesaian dimajukan menjadi akhir Juni 2026 agar gedung dapat segera dimanfaatkan.

“Dengan adanya program percepatan dari Presiden Prabowo Subianto, kami berupaya maksimal agar proyek ini bisa selesai lebih cepat,” katanya

Untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri telah menyiapkan lahan seluas sekitar 7,6 hektare. Pemkab juga akan membangun akses jalan sepanjang dua kilometer menuju kawasan sekolah lengkap dengan penerangan jalan umum (PJU).

Masih menurut Rahman, bahwa Sekolah Rakyat Jatim 3 nantinya mengusung konsep boarding school yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa.
Setiap jenjang pendidikan akan dilengkapi gedung dua lantai untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, sejumlah fasilitas penunjang juga akan dibangun, mulai asrama siswa dan guru, kantin terpisah, dapur umum, gudang, rumah susun guru, masjid, guest house, lapangan sepak bola hingga lapangan basket yang terintegrasi dalam satu kawasan pendidikan.

“Konsepnya boarding school, sehingga siswa dapat tinggal dan belajar dalam satu kawasan terpadu,” tambah Rahman.

Di sisi lain, pembangunan sekolah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Sri (45), pemilik warung di Desa Ploso Kidul, berharap keberadaan Sekolah Rakyat benar-benar memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.

“Harapannya benar-benar gratis tanpa pungutan liar, sehingga bisa membantu masyarakat kecil,” ujarnya.

Diketahui, proyek pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan hasil lelang yang diikuti 54 perusahaan konstruksi nasional.

Baca juga :  Program Padat Karya PISEW Kementerian PUPR Jangkau 5.090 Lokasi

Dari proses tersebut, tiga perusahaan lolos hingga tahap evaluasi akhir sebelum akhirnya PT Nindya Karya yang berkantor pusat di Cawang, Jakarta Timur, ditetapkan sebagai pemenang.

Nilai penawaran proyek mencapai Rp1,199 triliun untuk pembangunan Sekolah Rakyat di lima lokasi di lima kabupaten di Jawa Timur.

Proyek strategis tersebut diharapkan menjadi tonggak pemerataan akses pendidikan berkualitas sekaligus model pengembangan Sekolah Rakyat berbasis asrama di Indonesia.

Leave a Reply