Rehabilitasi Madrasah PHTC Jatim 4 Surplus, PHO Ditargetkan Awal Juli 2026
JATIM, lintasskandal.com – Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi madrasah dalam program PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) Jawa Timur 4 menunjukkan perkembangan positif mengalami deviasi surplus 1,87 persen
Memasuki minggu ke- 21 Per 12 Mei 2026, capaian progres fisik proyek di lapangan tercatat sebesar 54,80 persen. Angka tersebut rencana kumulatif yang ditetapkan.

Project Manager PT Wahyu Adi Guna, Singgih, menjelaskan bahwa hingga Selasa (12/5/2026), progres pekerjaan telah mencapai sekitar 50, 80 persen dengan deviasi positif surplus sekitar 1, 87 persen.
“Progres pekerjaan dilapangan sudah mencapai 54,80 persen dengan deviasi positif surplus,” ujarnya.

Sementara itu, Agus Faisol selaku Manager Konsultan (MK) penanggung jawab pengawas pekerjaan di lapangan, bahwa memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan secara teknis berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Secara teknis, pekerjaan di lapangan berjalan lancar tanpa hambatan signifikan,” kata Agus. Selasa (12/5/2026).
Ia menambahkan, capaian progres surplus agenda yang di rencanakan tersebut, tak lepas dari kerja keras time work yang solid dan kompak dilapangan.
Selain itu, kesiapan dan suplai matrial pendukung pekerjaan di lapangan sudah siap digudang, sehingga ketika pekerjaan di mulai langsung bisa bekerja secara optimal.
” Kesiapan kebutuhan material pendukung untuk pekerjaan dilapangan telah tersedia di gudang sehingga percepatan pekerjaan di lapangan dapat segera dilakukan. ujar Agus
Terkait serah terima pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO), Agus menyampaikan bahwa proses tersebut akan dilakukan secara parsial di setiap lokasi.
Langkah ini diambil agar bangunan yang telah rampung dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Jika ada gedung yang selesai lebih dulu, akan langsung dilakukan PHO agar bisa segera digunakan,” jelasnya.
Meski dilakukan secara bertahap, target PHO keseluruhan proyek tetap dijadwalkan pada Juli 2026.
Untuk mempercepat progres, sekitar 170 tenaga kerja telah dikerahkan di lapangan, di luar tenaga staf. Jumlah tersebut masih berpotensi ditambah sesuai kebutuhan pekerjaan di lapangan.
Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa ruang lingkup pekerjaan proyek ini meliputi pekerjaan struktur, pembesian, pemasangan dinding dan lantai, pemasangan atap dengan rangka baja ringan dan penutup bitumen onduline, hingga pekerjaan finishing seperti pemasangan keramik dan pengecatan.
Dari sisi pengawasa, Agus memastikan bahwa seluruh pekerja telah mematuhi standar keselamatan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai ketentuan.
Sementara itu, Wahyuni dari salah satu Madrasah Tsanawiyah penerima program menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah melalui Kementerian PU dan Satker Prasarana Strategis Jawa Timur.
“Kami sangat bersyukur atas pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah ini,” ujarnya.
Ia berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya sehingga mampu meningkatkan kenyamanan serta semangat belajar siswa.
Diketahui, proses tender proyek ini diikuti sekitar 69 perusahaan jasa konstruksi dalam negeri, dengan tiga belas perusahaan lolos hingga tahap evaluasi akhir.
PT Wahyu Adi Guna yang berkantor di Cilitan Jakarta Timur kemudian ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai kontrak sebesar Rp18,6 miliar untuk pengerjaan di enam kabupaten di Jawa Timur.
Dengan progres yang terus berjalan, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, khususnya madrasah, di Jawa Timur. (red)

