Tak Tega Makam Dibongkar dan di Otopsi, Keluarga Korban Yang Meninggal setelah Ditangkap Kini Memilih Mencabut Laporannya
Pasuruan, lintasskandal.com – Setelah kematian almarhum Widi Nurcahyono, kini keluarga almarhum mengambil keputusan yang berat. Bagaimana tidak keluarga sepakat untuk mencabut laporan dugaan penganiayaan ke Polda Jawa Timur setelah perdebatan panjang sembilan saudara almarhum.
Lukman adik dari Widi mengatakan keputusan tersebut menjadi jalan tengah keluarga mempertimbangkan kondisi jenazah Widi apabila dilakukan otopsi dan pembongkaran makam.
” Sudah diputuskan karena kami ada sembilan bersaudara, akhirnya diambil jalan tengah. Hasilnya empat tidak setuju dicabut dan lima setuju dicabut ” ungkap Lukman.
Perwakilan Keluarga akan mendatangi Polda Jatim untuk menyelesaikan proses tersebut secara administratif. Namun keputusan tidak berhenti keluarga menerima aksi polisi tersebut, keluarga meminta oknum polisi yang ikut andil dapat diproses internal dan dikenai sanksi yang tegas.
” Harapan kami, nama-nama yang ada disitu siapa saja kemudian dijatuhkan sanksi itu harapan kami” tegas Lukman.
Lukman memastikan keputusan mencabut laporan tidak dipengaruhi oleh pihak manapun. Keputusan tersebut murni diambil keluarga karena pertimbangan terhadap jenazah Widi.
” Saya pastikan tidak ada intervensi dari manapun. Ini murni keputusan keluarga” pungkasnya.
Sementara Kapolsek Beji Kompol Akhmad Sukoyanto kembali mendatangi keluarga almarhum Widi Nurcahyono di Desa Gunung Gangsir Beji, Sabtu (8/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi upaya kepolisian menjaga komunikasi dengan keluarga di tengah proses pemeriksaan internal yang masih berjalan.
” Inshaallah tetap kami jalon silaturahmi dengan mengedepankan kondisi Kamtibmas tetap tetap terjaga” ujarnya. (Red)

