Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Sinergi Lintas Sektoral dan Respon Cepat Tangani Persoalan di Jatim

Img 20260318 wa0011

SURABAYA, lintasskandal com— Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor serta respons cepat dalam menangani berbagai persoalan kompleks di Jawa Timur, mulai dari infrastruktur hingga ketahanan pangan.

Hal tersebut disampaikannya saat silaturahmi dan diskusi bersama pimpinan media di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (17/3/2026). Dalam kesempatan itu, Khofifah menekankan bahwa pendekatan langsung ke lapangan menjadi kunci utama dalam memastikan kondisi riil masyarakat.

“Saya lebih banyak di lapangan, bahkan bisa sampai tujuh hari. Seeing is believing, saya harus melihat langsung agar penanganan tepat,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai laporan masyarakat, khususnya terkait kerusakan jalan, kerap kali menimbulkan kebingungan terkait kewenangan antara jalan provinsi dan nasional. Namun demikian, Pemprov Jatim tetap berkomitmen merespons cepat setiap aduan.
“Kita cek statusnya, lalu langsung koordinasi dengan pihak terkait agar segera ditangani,” tegasnya.

Khofifah juga menyoroti percepatan penanganan jalan berlubang, seperti yang sempat viral di kawasan Mojoagung. Ia meminta perbaikan dilakukan dalam waktu singkat, meskipun terkendala cuaca ekstrem yang memicu munculnya lubang baru.
Selain percepatan perbaikan, Pemprov Jatim juga mendorong peningkatan kualitas infrastruktur melalui penggunaan konstruksi beton dan pelebaran jalan, terutama di kawasan industri guna mendukung kelancaran arus logistik.

Di sisi lain, persoalan kendaraan over dimension over loading (ODOL) turut menjadi perhatian. Khofifah menegaskan bahwa pihaknya membantu normalisasi kendaraan milik pengemudi perorangan, namun meminta perusahaan besar untuk patuh terhadap regulasi.
“Kita bantu yang perorangan, tapi perusahaan besar harus taat aturan,” ujarnya.

Tak hanya infrastruktur, tantangan pengelolaan sumber daya air juga menjadi fokus, terutama dalam menghadapi banjir akibat penyempitan sungai dan keterbatasan pompa di titik rawan genangan. Intensitas hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir dinilai memperberat kondisi tersebut.
Lebih jauh, Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur kini tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan, tetapi mulai menuju kedaulatan pangan. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pengadaan hingga 200 ribu sapi bunting guna meningkatkan produksi protein hewani dan kesejahteraan peternak.

Baca juga :  Polisi Kawal Pendistribusian Logistik Pilkada 2024 di Jember

“Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Khofifah optimistis, dengan sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat, Jawa Timur akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan ucapan selamat menyambut Idulfitri 1447 Hijriah serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat. (red)

Leave a Reply