Bupati Sidoarjo Sidak Jembatan Tarik yang Kondisinya Memprihatinkan

Img 20260503 wa0013

Sidoarjo, lintasskandal.com – Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke jembatan penghubung lintas kabupaten yang berada di Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026).

Di sana, bupati melihat langsung kondisi jembatan yang sudah tidak layak digunakan. Bahkan kondisinya dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan.

Kondisi fisik jembatan yang telah berusia tua menjadi salah satu penyebab utama tingginya risiko kecelakaan. Selain itu, posisi jembatan yang lebih rendah dari badan jalan, lebar yang terbatas, serta minimnya fasilitas pengaman turut memperparah situasi.

Bahkan, pagar pembatas yang seharusnya melindungi pengguna jalan kini hanya tersisa di satu sisi, sementara sisi lainnya mengalami kerusakan cukup parah.

Sebagai langkah darurat, warga sekitar sempat memasang tali rafia di bagian jembatan yang rusak sebagai penanda bagi pengendara. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan serta meningkatkan kewaspadaan bagi pengendara.

“Sengaja dipasang tali rafia oleh warga, namun sekarang sudah lepas. Kalau tidak ada rambu, dikhawatirkan pengendara motor atau mobil jatuh ke air. Apalagi kalau berpapasan mobil, dikira jembatannya lebar, padahal tidak muat,” ujar Efendi (36), warga setempat.

Menanggapi hal itu, usai sidak RTLH dan menyerahkan bantuan kursi roda, Bupati Subandi langsung meninjau kondisi jembatan penghubung Desa Tarik dengan Desa Kwatu, Kabupaten Mojokerto.

“Harusnya ini tahun kemarin jembatan ini bangun. Tapi karena ada efisiensi, akhirnya pembangunan ditunda,” kata Bupati Subandi.

Ia menegaskan, keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena menjadi akses penghubung antar kabupaten. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan proyek pembangunan akan kembali dijadwalkan.

“Sebab ini jembatan penghubung antar kabupaten dan akan segera kita bangun tahun 2027, dan tentunya harus segera ada perbaikan,” lanjutnya.

Baca juga :  Dana Diperkirakan Rp. 4,3 Miliar : DAM Selang Wonosari Gempol Akhirnya Di perbaiki

Subandi juga menyebutkan bahwa proses pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun 2027. “Nanti sekitar bulan 3 bulan 4 sudah ada pembangunan di sini ya,” katanya.

Selain rencana pembangunan, ia turut menyoroti kondisi fisik jembatan yang saat ini dinilai sudah cukup memprihatinkan. Menurutnya, usia jembatan yang sudah lama serta minimnya fasilitas pengaman menjadi perhatian serius.

Tak hanya itu, Subandi juga menekankan pentingnya normalisasi di sekitar area jembatan untuk mendukung kelancaran fungsi infrastruktur tersebut. “Terus yang kedua juga normalisasi, kondisinya ini perlu untuk dinormalisasi,” tambahnya.

Dengan adanya rencana pembangunan dan perbaikan tersebut, diharapkan akses transportasi antar wilayah Sidoarjo dan Mojokerto dapat semakin aman dan lancar. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur guna mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. (Zaq)

 

 

 

Leave a Reply