Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 1 di Madura Dikebut, Progres Capai 38,740 Persen
JATIM, lintasskandal.com – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 1 di Sampang, Madura terus dikebut guna mengejar target program percepatan dari Kementerian PUPR. Hingga akhir April 2026 atau memasuki minggu ke- 21, progres proyek tercatat mencapai 38,732 persen.
Koordinator wilayah pembangunan sekolah rakyat PT Waskita Karya (Persero) pada pembangunan sekolah rakyat Jawa timur 1 di Madura, Dimas, mengatakan pihaknya menggenjot pekerjaan dengan menambah jumlah tenaga kerja dan menambah alat serta menerapkan sistem kerja dua shift siang dan malam hingga pukul 02 WIB malam.
“Untuk memenuhi target percepatan, saat ini kami telah mempekerjakan sekitar 675 pekerja dengan sistem kerja non stop. Ke depan jumlahnya akan ditingkatkan hingga 775 tenaga kerja,” ujarnya.

Dimas menjelaskan, kontrak pembangunan dimulai sejak akhir Nopember 2025 dengan target Provisional Hand Over (PHO) pada akhir Juli 2026. Namun, adanya instruksi percepatan membuat pihaknya harus bekerja lebih keras agar proyek dapat selesai lebih cepat dari jadwal.
“Dengan adanya program percepatan dari Presiden Prabowo Subianto, kami berupaya maksimal agar proyek ini bisa selesai sebelum Juli 2026,” katanya.
Disaat, pekerjaan masih berada pada tahap awal, progres pekerjaan di lapangan masih belum tampak nyata bobotnya, dikarenakan pekerjaan di lapangan masih meliputi persiapan lahan, pengurugan, pematangan lahan, serta mobilisasi alat berat. Hal ini membuat serapan progres bobot material utama belum maksimal sehingga capaian progres masih mengalami deviasi plus tipis. Meski demikian, secara keseluruhan proyek tetap berada pada jalur yang direncanakan.
“Untuk target awal pekerjaan masih on the track dengan deviasi surplus tipis,” tambahnya.
Dimas menargetkan seluruh pekerjaan di lapangan sudah memasuki tahap struktur pada akhir April 2026 sudah masuk tahap Arsitektur dan ME
Sedangkan yang masih berproses tahap struktur pada bangunan asrama, sedangkan untuk bangunan gedung sekolah sudah masuk ke tahap Arsitektur pasang bata dan keramik. Sedangkan pada bangunan asrama asrama SMP dan SMA sudah tahap instalasi mekanikal.
Alhamdulillah, hingga saat ini pencapaian progres pekerjaan sekolah rakyat di Sampang, Madura ini sudah bisa mengejar dengan pembangunan sekolah rakyat yang lain. Khususnya pembangunan sekolah rakyat di Sampang, Madura atap penutup gedungnya menggunakan genteng konvensional. Karena di kabupaten Sampang, Madura ini pusatnya pengrajin genteng.
“Jadi untuk pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal menggunakan atap genteng konvensional.terang Dimas
Sedangkan dari sejumlah material utama seperti besi, keramik, semen, bata, hingga penutup atap telah tersedia di gudang.
“Semua material pendukung sudah ready, tinggal percepatan di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk mendukung proyek pembangunan sekolah rakyat di Sampang kabupaten Madura ini, pemerintah daerah sendiri telah menyiapkan lahan seluas sekitar 8,4 hektare untuk pembangunan kompleks Sekolah Rakyat tahap II di Sampang ini.
Nantinya, sekolah ini dirancang sebagai sekolah terpadu berbasis boarding school yang mencakup tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 1000 siswa
Masing-masing jenjang akan dilengkapi gedung dua lantai untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, proyek juga mencakup pembangunan berbagai fasilitas penunjang seperti asrama siswa, asrama guru, kantin terpisah, dapur, gudang, hingga rumah susun (rusun) guru.
Tak hanya itu, fasilitas pendukung lainnya juga akan dibangun, seperti masjid, guest house, lapangan sepak bola, serta lapangan basket.
“Konsepnya adalah boarding school sesuai gagasan Presiden, sehingga siswa dapat tinggal dan belajar dalam satu kawasan terintegrasi,” terang Dimas..
Di sisi lain, masyarakat sekitar menyambut baik pembangunan sekolah tersebut. Salah satu warga, H. Matrai, berharap Sekolah Rakyat ini benar-benar memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
“Harapannya sekolah ini benar-benar gratis tanpa pungutan liar, sehingga bisa membantu masyarakat kecil,” ujarnya.
Diketahui, proyek pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Timur 1 ini merupakan hasil lelang yang diikuti 61 perusahaan konstruksi nasional, dengan tiga perusahaan yang lolos hingga tahap evaluasi akhir.
PT Waskita karya (Persero) – CAG KSO akhirnya ditetapkan sebagai pemenang tender dengan nilai penawaran sebesar Rp1.165.669.943.886,00 triliun untuk lima lokasi di lima kabupaten di Jawa Timur.
Proyek strategis ini diharapkan menjadi tonggak pemerataan akses pendidikan berkualitas di Jawa Timur sekaligus menjadi model pengembangan Sekolah Rakyat berbasis asrama di Indonesia.(bn)

